Serangan Dua Bom Mobil di Libya Tewaskan 33 Orang

Dua bom mobil meledak ketika warga meninggalkan masjid di lingkungan perumahan, di kota Benghazi, sebelah timur Libya, pada Selasa (23/1/2018) malam.

Peristiwa itu menewaskan 33 orang dan melukai 30 orang. Juru bicara militer dan polisi Benghazi, Tarek Alkharraz mengatakan ledakan pertama terjadi di lingkungan Salmani, sekitar pukul 20.20 waktu setempat.

Bom kedua meledak sekitar 10 hingga 15 menit kemudian, saat petugas berkumpul untuk mengevakuasi korban luka.

Ledakan bom kedua yang lebih kuat berasal dari mobil Mercedes yang diparkir di sisi jalan. Bom tersebut juga menghancurkan ambulans dan memakan korban jiwa lebih banyak daripada ledakan pertama.

Korban tewas termasuk personel militer dan penduduk setempat. Otoritas medis meyakini korban tewas kemungkinan bertambah karena beberapa korban luka berada dalam kondisi kritis.

Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden bom tersebut.

Libya telah diguncang oleh kekacauan yang disebabkan oleh pemberontakan pada 2011 untuk menggulingkan dan membunuh diktator Muammar Gaddafi.

Dua otoritas dan beberapa kelompok milisi bersaing untuk menguasai negara kaya minyak itu.

Pemimpin militer Khalifa Haftar pada Juli 2017 mengumumkan pembebsasan total Benghazo, tiga tahun setelah pasukannya melancarkan operasi militer untuk merebut kota tersebut dari kelompok pemberontak.

Namun, bentrokan dan serangan di kota itu terus berlanjut, termasuk perusakan terhadap fasilitas diplomatik dan keamanan.

Haftar mendukung parlemen yang berbasis di sebelah timur jauh Libya, sementara pesaingnya mendapat dukungan PBB menempati sebelah barat Tripoli telah berjuang untuk menegaskan kewenangannya secara nasional.

Sumber : Kompas.Com

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...