Sudah Dilakukan Uji Kelayakan, Lahan 500 Ha untuk Bandara Palas

indexSTART NEWS – Tahapan rencana pembangunan bandara oleh Pemkab Palas melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus digenjot. Ternyata, sebelumnya sudah dilakukan uji kelayakan atau feasibility study (FS) untuk kelengkapan dokumen pengajuan pembangunan bandara tersebut ke pusat.

“Tahun ini, FS sudah dilakukan. Kita juga sudah membawa Dinas Kehutanan untuk meninjau lokasi,” kata Yenni Nurlina Siregar SP MM, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Palas didampingi Sekretaris Harry Rizal Hasibuan, kemarin (16/12).

Tidak ada permasalahan dari hasil uji kelayakan itu. Bahkan, saat ditanya potensi penumpang pesawat dan kesediaan maskapai membuka rute ke depan, justru potensinya sangat besar.Yenni kemudian menggambarkan, dari Padangsidimpuan, Gunung Tua dan daerah-daerah sekitar akan memanfaatkan bandara ini ke depan setelah terwujud.

“Kan ada aturannya, harus 100 kilometer baru boleh bangun bandara. Memang, ke Bandara Aek Godang, tak sampai 100 kilometer, tapi kan di sana tak aktif lagi,” terang Nina, begitu sapaan akrabnya.
Begitu juga dengan ketersediaan lahan, juga tidak akan ada kendala. Bahkan, dari gambaran luas lahan yang harus disediakan mencapai 500 hektare, juga tidak ada masalah. Sesuai perencanaan awal, bandara ini akan dibangun di daerah Ulu Gaja Barumun Tengah. Tentu, disamping itu, untuk aspek ekonominya, sudah pasti dengan adanya bandara, juga nilai jual daerah tersebut akan tinggi. Investor pun akan siap masuk dan membawa sahamnya. Akhirnya, lapangan kerja terbuka.

Lalu, kapan akan mulai dibangun? Persiapan yang dilakukan saat ini masih berbagai dokumen, mulai kelayakan sampai master plan dan dokumen lain ke depan. Diharapkan, 2016 master plan sudah siap.
“Mudah-mudahan, 2017 kita sudah bisa usulkan ke pusat anggarannya,” terang Nina.

Seperti diberitakan sebelumnya, nama bandara telah disiapkan. Bandara Ompu Soduguron, itulah nama bandara  itu, yang direncanakan tak sekadar bandara perintis. Bahkan, bisa menjadi bandara internasional ke depan.

Nah, dengan adanya bandara, akses ke daerah ini pun akan lebih mudah. Tidak seperti saat ini, jarak tempuh yang jauh dari Kota Medan sebagai pusat bisnis atau Pekan Baru di daerah timur, benar-benar membuat daerah ini terasa jauh untuk dijangkau.

Bayangkan saja, dari Medan, perjalanan ke Padang Lawas membutuhkan waktu 12 sampai 14 jam. Begitu juga dari Pekan Baru, membutuhkan waktu perjalanan 5 sampai 7 jam. Tentu untuk pembangunan bandara ini membutuhkan biaya yang tidak kecil. Sudah pasti dengan hanya mengandalkan dana dari APBD Palas, rencana itu akan sulit terwujud.

Karena itu, Pemkab akan mengupayakan untuk pembangunan bandara itu bersumber dari anggaran pusat. Karena itu, usulan pengajuan program ini akan dimasukkan ke pusat. Hingga, dalam dua tahun ke depan, diharapkan bisa terwujud.

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...