Terkait Insentif MDA, GP ANSOR Apresiasi Pemkab Madina

Panyabungan.StArtNews- Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kab. Mandailing Natal (Madina) apresiasi Pemerintah Kab. Madina atas keluarnya Perbup mengenai insentif MDA atau Madrasah menjadi RP.300.000/bulan. Demikian dikatakan Ketua GP. Ansor Madina, Ahmad Rijal Lubis, kepada StArtNews, Selasa (31/10) di Panyabungan.

Lebih lanjut dikatakan Rijal, berdasarkan diskusi Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Madina, GP Anshor dan Wakil Bupati Madina, Selasa (31/10) pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kab. Mandailing Natal mengpresiasi langkah cepat Pemerintah Kab. Mandailing Natal merespon keluhan masyarakat, khususnya guru-guru Madrasah terkait dengan Insentif Guru Madrasah, dimana sebelumnya beredar informasi bahwa ada pengurangan insentif guru Madrasah dari yang semula 300.0000 menjadi 150.000. Namun rencana kebijakan pengurangan dana insentif ini akhirnya dibatalkan oleh Pemerintah Kab. Mandailing Natal dibawah kepemimpinan Dahlan -Sukhairi”.

“Pembatalan pengurangan dana insentif guru Madrasah ini tentunya harus didukung sepenuhnya oleh masyarakat,  sehingga kedepan tidak terjadi lagi kebijakan yang merugikan masyarakat Mandailing Natal”, tambahnya.

Dijelaskannya, Madina sebagai Serambi Mekkahnya Sumatera Utara seharusnya dalam penganggaran belanja daerah lebih mengedepankan anggaran keagamaan seperti bantuan insentif guru agama.

Penganggaran dana insentif guru Madrasah dalam APBD Madina adalah salah satu bukti bahwa Pemerintahan Dahlan-Hasan benar-benar memiliki cita-cita mewujudkan Madina yang Agamis sesuai dengan Motto yang selalu disampaikan Bupati yakni Negeri Beradat Taat Beribadat.

“Dalam hal pembinaan keagamaan, khususnya yang menyangkut anggaran semestinya Pemerintah dan Legislatif sejalan sehingga tidak ada perbedaan persepsi dalam pembahasan anggaran seperti yang terjadi baru -baru ini”, terangnya.

“Adanya informasi yang beredar terkait dengan rencana pengurangan insentif guru Madrasah dalam pembahasan PAPBD 2017 sempat menjadi perbincangan serius dan panjang ditengah tengah masyarakat. Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali sekalipun ada pengurangan belanja daerah jangan insentif guru Madrasah yang dikorbankan sebab masih banyak lagi pos anggaran yang bisa dipangkas”, harapnya.

Pembatalan pengurangan insentif guru ini semakin membuktikan kepada masyarakat komitmen pemerintah terhadap pembinaan keagamaan, tegasnya.

Reporter : Lokot Husda Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...