TRC PA Madina Kecam Aksi Nenek yang Siksa Cucu Hingga Tewas

Daerah (Korda) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara M. Zein Nasution

Panyabungan.StArtNews-Koordinator Daerah (Korda) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara M. Zein Nasution mengecam keras tindakan Sriwaty (43) yang tega menganiaya cucunya, Melodi (3), hingga meninggal dunia. TRC PA menilai tindakan sadis tersebut tidak dapat dibenarkan apa pun motifnya.

“TRC PA mengecam keras atas perlakuan sadis Sriwaty kepada cucunya sendiri. Apa pun motifnya, menghilangkan nyawa dan melakukan penyiksaan tidak dibenarkan,” tegas Zein Nasution.

“Kita tidak boleh kalah dengan aksi kejahatan terhadap anak, mari kita sama-sama menjaga dan mengasuh anak-anak dengan kasih sayang,” ujar Korda TRC PA Madina.

Untuk kasus ini, Zein Nasution katanya akan memantau terus perkembangan kasus tersebut. “Semoga hal yang seperti ini tidak terulang lagi terhadap anak-anak kita, dan kita mengapresiasi Kapolres Madina yang cepat menangkap pelakunya,” tandasnya.

Sebelumnya, diberitakan, Melodi bocah usia 3 tahun yang selama ini tinggal di rumah neneknya Sriwaty (43), di Desa Ampung Padang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal mendapat penyiksaan bertubi-tubi dari neneknya, Pada Senin (1/5) anak malang tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.

Ciak, salah seorang warga yang menyaksikan, mengungkapkan, bahwa penyiksaan itu dilakukan sang nenek menggunakan sapu lidi tatkala anak malang itu menangis.

Sedangkan, dokter Puskemas Muara Soma, dr Amsal menerangkan terdapat banyak luka lebam pada tubuh korban dengan beragam ukuran. Tak hanya itu, pada tangan sebelah kiri korban juga didapati luka gigitan.

“Masih sempat dirawat, diinfus. Tadi tanya sama Ompungnya, dirujuk saja tapi dia menolak. Lukanya banyak ada di pantat, paha sama muka. Benda tumpul. Kalau paling fatalnya, nanti dari hasil forensik saja karena itu dibawa kemari supaya dirujuk ke Medan,” katanya yang didampingi Kepala Puskemas Muara Soma, dr Febrina.

Tubuh Melodi yang sudah dalam peti tiba di RSUD Panyabungan. Akan tetapi, peti yang berisi tubuh berukuran 1 Meter itu tak kunjung dibuka dengan alasan untuk secepatnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan dalam tahap uji forensik

informasi yang diproleh StArNews, Melodi merupakan anak pasangan dari Ripah (20) warga Medan dan Upik anak dari Sriwaty yang keduanya sudah bercerai dalam setahun terakhir ini.

Kapolres Madina AKBP Rudi Rifani menjelaskan, pada pukul 09.00 WIB pagi korban dibawa ke Puskesmas dalam kondisi sudah tidak berdaya, dan masih sempat mendapat perawatan. Akan tetapi, beberapa saat kemudian korban tidak lagi tertolong hingga menghembuskan nafas terakhir.

“Ini yang kita duga, pelakunya neneknya sendiri. Itulah untuk menentukan penyebab kematiannya kita bawa ke Medan untuk pemeriksaan forensik,” jelasnya.

Kapolres juga menerangkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelakunya dan sementara orangtua korban masih dalam pelacakan alamat di Kota Medan.

Reporter : Sakban Azhari

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...