Zumi Zola Jelaskan Niat Sidak Rumah Sakit

Gubernur Jambi Zumi Zola siap menerima beragam tudingan seperti bertindak arogan dan menyinggung profesi perawat.
“Risiko saya sebagai pemimpin, dihina, dicaci maki, tidak apa-apa, yang penting kita memperbaiki diri dan tujuannya perbaikan pelayanan rumah sakit,” ujar Zumi Zola saat menerima fungsionaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Jambi, kemarin.
Zola mengungkapkan sidak ke Rumah Sakit Raden Mattaher pada Jumat (20/1) dini hari ditanggapi secara beragam.
Dia mengaku mendapat banyak keluh¬an dari masyarakat miskin soal pelayanan RS Raden Mattaher, khususnya di kelas III yang diisi pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan bangsal anak.
Dia menambahkan, dari laporan yang masuk, banyak pasien mengeluh kesulit¬an mencari perawat hingga pasien harus memasang jarum infus sendiri.
“Saya sebagai gubernur berhak turun. Jangan karena perilaku orang yang tidak baik, semua jadi kena. Saya bukan hanya memarahi perawat, melainkan juga kecewa kenapa tidak bisa memberikan pelayanan dengan baik. Niat kami tidak ada yang buruk atau mempermalukan, tetapi menyelamatkan kredibilitas perawat dan rumah sakit.”
Pascasidak, lanjut dia, pelayanan di RS Raden Mattaher jauh lebih baik. “Sekarang banyak sekali perubahan, ramah, dan respons cepat,” ujar Zola.
Ketua Departemen Hukum dan Pemberdayaan Politik PPNI Oman Fathurahman mengatakan PPNI sebagai mitra pemerintah harus memperkuat program gubernur.
Ratusan mahasiswa dan perawat yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Keperawatan (HMK) dan Aliansi Keperawatan Palu, Sulawesi Tengah, berunjuk rasa di kantor DPRD Sulteng.
Mereka menuding Zumi Zola bertindak arogan dan menyinggung profesi perawat sehingga mereka menuntut Zumi Zola meminta maaf kepada perawat.
Sumber : mediaindonesia.com
Editor : Hendra Ray

Komentar Anda

komentar

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...