Atasi Kesulitan Rakyat, Gubsu dan ACT Luncurkan Wakaf Modal Usaha Mikro

Gubsu Edy Rahmayadi saat menghadiri peluncuran Wakaf Modal Usaha Mikro di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Kamis (8/7/2021). (FOTO: DISKOMINFO SUMUT)

Medan, StartNews – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program Wakaf Modal Usaha Mikro guna membantu kesulitan rakyat akibat pagebluk Covid-19 dan mempercepat pemulihan ekonomi.

Wakaf Modal Usaha Mikro merupakan program yang diinisiasi Global Wakaf berupa penyaluran dana bantuan modal usaha berbasis wakaf kepada pelaku usaha mikro dan petani dengan skema qhardul hasan (pinjaman kebaikan). Tujuannya, membebaskan pelaku usaha mikro dan para petani dari jeratan utang dan riba.

Edy Rahmayadi mendukung kegiatan tersebut dan berharap program itu memberikan banyak manfaat untuk umat.

“Wakaf adalah sesuatu yang diajarkan oleh Nabi, yang Insha Allah, akan banyak manfaatnya untuk kita,” ujar Edy Rahmayadi pada acara peluncuran Wakaf Modal Usaha Mikro di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Kamis (8/7/2021).

Peluncuran program Wakaf Modal Usaha Mikro oleh Global Wakaf-ACT diharapkan membuka peluang usaha kecil untuk berkembang dan bangkit kembali setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19.  Hal itu disebabkan pelaku usaha dapat mengembangkan usaha dengan dukungan modal tanpa terbebani bunga pinjaman.

Direktur Regional ACT Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Husaini Ismail mengatakan program Wakaf Modal Usaha Mikro ini untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah masa pandemi Covid-19. Sumut merupakan provinsi ketiga setelah Jakarta dan Surabaya yang meluncurkan program Wakaf Modal Usaha Mikro.

“Kenapa kita pilih Kota Medan yang ada di Sumut, karena Kota Medan merupakan pusat pembangunan di bagian barat Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berkembang hingga ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

Husaini juga mengatakan program ini merupakan langkah kecil yang dilakukan untuk meringankan beban ekonomi yang dirasakan masyarakat. Dia berharap kegiatan tersebut mampu menggerakan stakeholder yang ada di Indonesia, khususnya Sumut.

Dia juga menjelaskan alasan penggunaan  istilah “wakaf” agar masyarakat yang meminjam bisa melakukan infaq kembali. “Jadi, kegiatan ini tidak ada bunga apa-apa, karena dananya pun kita himpun dari mitra-mitra ACT,” jelasnya.

Reorter: Rls

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi