Butuh Perhatian, Taman Panyabungan Kurang Terawat

Taman Panyabungan berada di Jalan Merdeka, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kondisi taman ini kurang terawat. (FOTO: STARTNEWS/IAN SIREGAR)

Panyabungan, StartNews – Keberadaan taman kota bukan sekadar mempercantik wajah kota. Namun, taman kota sebagai ruang terbuka hijau juga berfungsi secara sosial dan ekologis. Itu sebabnya, keberadaan taman kota perlu dirawat dan dilestarikan.

Namun, fungsi taman kota itu tampaknya terabaikan di Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keberadaan Taman Panyabungan di pusat kota Panyabungan, misalnya, tampak kurang terawat.

Pantauan startnews pada Selasa (13/7/2021), banyak sampah berserakan di taman yang berada di depan RSU Panyabungan itu. Beberapa tumbuhan dan tanaman hias di taman itu juga tumbuh liar dan merimbun. Akibatnya, warga enggan mengunjungi Taman Panyabungan untuk tempat bersantai dan berinteraksi sosial.

“Pebaikannya banyak. Yang paling utama kebersihannya. Biasanya kan nggak jorok kayak gini. Ini kok sampahnya banyak sekali. Apa nggak ada pegawai yang bersihin taman? Kalo kita jadinya santai-santai disini kan nggak enak karena terlalu kotor, jadinya nggak nyaman,” kata Sulika, warga yang ditemui startnews di Taman Panyabungan.

Keluhan serupa juga diungkapkan Sumarno. Dia meminta instansi terkait memperhatikan kebersihan di Taman Panyabungan agar banyak warga yang memanfatkannya untuk bersantai dan berinteraksi sosial. “Seharusnya diperbaiki lagi dan dibersihkan biar nggak  jorok begini,” katanya.

Keberadaan taman atau ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan dapat menjadi salah satu sarana membentuk interaksi sosial masyarakat perkotaan.

Proporsi RTH pada kawasan perkotaan minimal sebesar 30 persen yang terdiri atas 20 persen ruang terbuka hijau publik dan 10 persen ruang terbuka hijau privat. Salah satu bentuk ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan adalah taman kota.

Taman kota merupakan salah satu kebutuhan vital yang harus terpenuhi di kawasan perkotaan. Fungsinya untuk kelestarian, keserasian, dan keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial, dan budaya.

Taman kota memiliki fungsi ekologis dan sosialis yang cukup tinggi. Keberadaan taman kota dapat membantu mereduksi polusi udara yang ada di kota serta dapat digunakan sebagai wadah menciptakan interkasi sosial hingga membentuk budaya sehat bagi masyarakat perkotaan.

Secara ekologis, setiap satu hektare daun hijau yang ada di taman dapat menyerap delapan kilogram CO2 yang setara dengan CO2 yang diembuskan oleh sekitar 200 orang dalam waktu yang sama. Hal ini tentu dapat meminimalisasirisiko adanya berbagai gangguan kesehatan masyarakat perkotaan.

Taman kota juga dapat digunakan sebagai area untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan beraktivitas seperti olahraga, rekreasi, dan lain sebagainya yang pada akhirnya dapat mengarahkan masyarakat menuju pola hidup yang sehat.

Reporter: Ian Siregar

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi