Dana Desa Belum Maksimal Dikelola, Begini Penjelasan Kepala BPSDM Sumut

Kepala BPSDM Sumut Asren Nasution saat pembukaan Diklat di Aula Cemara, Kantor BPSDM Sumut, Senin (21/6/2021). (FOTO: DISKOMINFO SUMUT)

Medan, StartNews – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara (Sumut) Asren Nasution menilai banyak desa yang belum maksimal mengelola dana desa. Penyebabnya, kekurangan dalam penyusunan profil desa atau kelurahan akibat minimnya sumber daya manusia (SDM) tenaga pengajar.

“Kompetensi perangkat desa kurang maksimal dan pendataan yang masih belum lengkap,” kata Asren Nasution saat pembukaan Diklat di Aula Cemara, Kantor BPSDM Sumut, Senin (21/6/2021).

BPSDM Sumut menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) atau Training of Trainer (TOT) tentang penyusunan profil desa/kelurahan kepada 30 widyaiswara. Tujuannya, agar seluruh perangkat desa/kelurahan nantinya dibekali kemampuan mengelola keuangan dan potensi yang ada di tempatnya.

Asren Nasution menyebut Diklat tersebut merupakan atensi dari Pemprov Sumut. Sehingga, diperlukan langkah penting agar pemeritah desa/kelurahan mendapatkan pendidikan dari para pelatih (Widyaiswara) dalam hal menggali dan mengelola potensinya sendiri. Mengingat di provinsi ini, ada 5.000 lebih desa yang tersebar di 25 kabupaten.

Kepada 30 orang widyaiswara yang mengikuti TOT tersebut, Asren berpesan agar mengikuti Diklat dengan baik. Sehingga pada 2022 mendatang, mampu memberikan pengarahan kepada aparatur desa yang perlu peningkatan kemampuan mengelola anggaran.

“BPSDM mencoba melakukan penataran dan pelatihan (melalui widyaiswara) kepada seluruh aparatur desa, mana saja potensi yang luar biasa, mana yang minim potensi. Lantas apa strategi selanjutnya. Jadi, 30 orang ini nanti kita harapkan menjadi tenaga inti,” jelas Asren.

Sementara Koordinator Widyaiswara Sumut M Syahril Harahap menyampaikan, banyak desa yang belum mampu mengelola potensi yang ada secara maksimal. Bahkan, dengan anggaran yang besar (Rp 1 miliar per desa/tahun), belum ada yang mampu secara mandiri membangun desanya, meskipun bantuan tersebut sudah berjalan beberapa tahun.

“Mungkin ini motivasi dari BPSDM untuk bisa melibatkan aparat desa itu sendiri guna mengelola uangnya secara benar. Sehingga, apa yang diharapkan pemerintah pusat, itu bisa kita bantu implementasinya,” sebut Syahril.

Reporter: Rls

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi