Dikunjungi Dua Menteri, Ponpes Mustafawiyah Purbabaru Dapat Bantuan Pendidikan

Pondok Pesantren Mustafawiyah Purbabaru menerima bantuan Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) sebesar Rp 500 juta. (FOTO: STARTNEWS/IKA RODIAH)

Panyabungan, StartNews – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kunjungannya ke Pondok Pesantren Mustafawiyah Purbabaru untuk menyerahkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Insha Allah kami hadir disini untuk membantu sesuai program yang sudah diarahkan Kementerian atau yang diharapkan Bapak Presiden sebelumnya. Insha Allah nanti kita bantu dengan segala upaya,” kata Erick Thohir dalam sambutannya ketika mengunjungi Pondok Pesantren Mustafawiyah Purbabaru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (26/6/2021).

Bahkan, Erick Thohir berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat kembali mengunjungi Kabupaten Madina. “Alhamdulillah jika Bapak Presiden bisa kembali hadir. Jadi, suatu hal yang luar biasa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir juga menyinggung beberapa hal terkait pentingnya pendidikan umat. Menurut dia, pendidikan menjadi investasi yang besar pada era industri 4.0.

“Dengan industri 4.0, kita berharap lapangan kerja yang disediakan tidak diambil dari pihak lain, kita bisa manfaatkan,” ujar Erick..

Dia mengatakan pendidikan pesantren harus kita setarakan dengan pendidikan lain di Indonesia. “Dengan bantuan hari ini, kami harap ada bantuan pendidikan santri siap kembali ke masyarakat,” katanya.

Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berkunjung ke Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru, Sabtu (26/6/2021).  Dua menteri ini didampingi Wagub Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah dan Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution.

Ironisnya, tak seorang pun pejabat Pemkab Madina dari unsur Forkopimda yang terlihat mendampingi kunjungan Menteri BUMN dan Erick Thohir dan Mendag M. Lutfi ke Ponpes Musthafawiyah Purbabaru tersebut.

Ketidakhadiran pejabat Pemkab Madina itu menimbulkan pertanyaan di kalangan publik Madina. Sejumlah kalangan menduga pejabat Pemkab Madina tidak dilibatkan dalam penyambutan dan saat acara di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru.

Reporter: Ika Rodiah/Zahra

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi