Ketua DPRD Madina Minta Sukhairi-Atika ‘Tancap Gas’ Perbaiki Tata Kota

Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis. (FOTO: DOK. STARTNEWS)

Panyabungan, StartNews – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengucapkan selamat atas pelantikan Ja’far Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution sebagai Bupati dan Wakil Bupati Madina perode 2021-2024. Erwin meminta pemimpin baru Madina itu berani membuat terobosan dan kebijakan yang tidak populis demi perbaikan tata kota Madina.

“Yang pertama, saya tentunya mengucapkan selamat atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Madina. Dengan pelantikan itu, tidak perlu ada lagi faksi dan kepentingan lain kecuali kepentingan pemerintahan dan masyarakat Mandailing Natal,” kata Erwin saat dimintai tanggapannya atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Madina, Rabu (21/7/2021) malam.

Erwin berharap Sukhairi dan Atika tancap gas membuat perubahan yang siginifikan seperti yang diinginkan masyarakat Madina. “Semoga pemerintahan yang baru ini jauh lebih baik dari pada pemerintahan sebelumnya. Ini yang diinginkan masyarakat Madina,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Menurut dia, masyarakat Madina menggantungkan harapan yang besar kepada duet kepemimpinan Sukhairi – Atika. Pasalnya, kata dia, wakil bupati dari kalangan milenial dinilai masyarakat punya skill yang mumpuni dan visioner.

“Yang diharapkan masyarakat adalah perubahan yang lebih visioner. Seratus hari pertama pemerintahannya, mereka (Sukhairi-Atika) harus bisa menunjukkan perubahan yang signifikan dan betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat Madina,” tutur Erwin.

Meski demikian, Erwin mengaku belum dapat menilai kemampuan dan kinerja duet Sukhairi dan Atika dalam menjalankan roda pemerintahan,  karena baru dilantik.

“Saya belum bisa menilai. Tapi, saya sudah bincang-bincang dengan bupati terpilih. Saya sampaikan bahwa seratus hari pemerintahannya, mereka harus berani membuat terobosan yang betul-betul bisa dirasakan atau dilihat oleh masyarakat,” ungkapnya.

Erwin mencontohkan, Bupati dan Wakil Bupati Madina harus mampu memperbaiki tata kota Madina. Sehingga, wajah kota, terutama Panyabungan sebagai ibukota Kabupaten Madina, lebih baik dan dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Kalaupun ada konsekuensi yang timbul atas kebijakannya, mereka (Sukhairi-Atika) harus berani bersikap tegas untuk perbaikan tata kota. Sudah 23 tahun umur Madina, masih banyak orang yang lewat Madina, tetapi tidak tahu kotanya ada dimana. Mungkin 100 hari pertama, itu yang bisa mereka lakukan,” tegas Erwin.

Menurut Erwin, diperlukan kebijakan-kebijakan yang tidak populis demi memperbaiki tata kota. Misalnya, penggusuran pedagang kaki lima untuk memperbaiki wajah kota. Pada tahun 2012, kata dia, sudah ada peraturan bupati (Perbup) Madina yang mengatur masalah tersebut. Namun, sampai saat ini Perbut itu tidak diinplementasikan.

“Kalau kita biarkan seperti ini terus-menerus tanpa ada tindakan yang tegas, kita tidak akan pernah bergeser dari situasi yang sekarang,” ujarnya.

Erwin menyadari setiap kebijakan pemerintah tidak mungkin memuaskan semua pihak. Pasti ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. “Tapi, kalau dibuat persentasenya, saya berkeyakinan pasti lebih banyak pihak yang puas atas perubahan yang dilakukan oleh pemerintah,” katanya.

Reporter: Saparuddin Siregar

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi