MPC Pemuda Pancasila Madina Bertemu Kapolres, Bahas Masalah Ini

MPC Pemuda Pancasila Madina saat bertemu Kapolres Madina AKBP Horastua Silalahi di Mapolres Madina, Panyabungan Utara, Senin (5/7/2021). (FOTO: STARTNEWS/ROY ADAM)

Panyabungan, StArtNews – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Mandailing Natal (Madina) menggelar audiensi dengan Kapolres Madina AKBP Horastua Silalahi di Mapolres Madina, Panyabungan Utara, Senin (5/7/2021).

Kedatangan Pengurus MPC Pemuda Pancasila Madina yang dipimpin Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Zainal Arifin di Mapolres disambut hangat dan penuh kekeluargaan oleh Kapolres. Audiensi ini dilaksanakan sebagai bagian mempererat silaturahim antara MPC Pemuda Pancasila Madina dengan pihak kepolisian untuk mewujudkan kamtibmas yang kondusif.

Dalam audiensi ini banyak hal yang dibicarakan, di antaranya tingginya kasus narkoba, pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan, dan perkembangan situasi Covid-19 di Madina.

Ketua Bidang Organisasi Al Hasan Nasution menyampaikan kedatangan MPC Pemuda Pancasila ke Kapolres selain menjalin silaturahmi juga untuk menjalin sinergitas dalam mewujudkan Madina yang aman dan kondusif, termasuk menjauhkan generasi muda dari narkoba.

Al Hasan mengungkapkan MPC Pemuda Pancasila Madina punya komitmen memerangi narkoba di Bumi Gordang Sambilan. Komitmen ini dibuktikan dengan pengadaan tes urine terhadap setiap kader yang hadir dalam musyawarah MPC.

“Kita juga punya komitmen memerangi narkoba. Di internal Pemuda Pancasila kita lakukan tes urine dalam setiap musyawarah baik di tingkat MPC maupun PAC. Kalau ada kader yang terbukti menyalahgunakan narkoba akan diberhentikan secara tidak hormat,” jelasnya.

Sementara Kapolres menjelaskan persoalan narkoba sudah cukup mengkhawatirkan di Mandailing Natal. Untuk itu perlu sinergitas semua pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan, dalam memerangi narkoba.

Selain itu, Horastua menjelaskan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak juga sangat mengkhawatirkan. Belakangan pelakunya bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak.

“Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak juga harus menjadi perhatian. Saat ini pelakunya bukan hanya orang dewasa. Penting bagi orang tua untuk melakukan pengawasan lebih. Apalagi saat ini anak-anak tidak sekolah,” ujarnya.

Horastua mengakui penutupan sekolah berpengaruh terhadap kenakalan anak dan remaja karena kurangnya pengawasan. Namun, penutupan sekolah penting sebagai upaya menjaga keselamatan anak dan masyarakat dari Covid-19.

Selain Sekretaris MPC Zainal Arifin, pengurus lain yang hadir ada Kabid Organisasi Al Hasan Nasution, Kabid Keagamaan Syamsul Hidayat, Kabid Pertambangan Ar Rasyid, Kabid Pemberdayaan Perempuan Imelda, Kabid Pemudan dan Olahraga Khairil Amri dan beberapa pengurus lainnya.

Reporter: Roy Adam

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi