Pagebluk Covid-19 Belum Berakhir, Orang Miskin di Madina Terus Bertambah

Kepala BPS Madina Drs. Rinaldi, MSi. (FOTO: DOKUMEN PRIBADI)

Panyabungan, StartNews – Pagebluk Covid-19 yang belum berakhir diperkirakan bakal menambah jumlah orang miskin di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Prediksi ini merujuk pada kondisi perekonomian Madina yang sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Pada tahun 2020 saja, perekonomian Madina terkontraksi 0,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Madina, misalnya, angka kemiskinan di Madina mengalami kenaikan dari 9,11 persen pada Maret 2019 menjadi 9,18 persen pada Maret 2020 atau naik 0,07 persen.

Angka tersebut setara dengan jumlah penduduk miskin yang berada pada kisaran 41,31 ribu jiwa pada Maret 2020 atau bertambah sekitar 0,67 ribu jiwa dari tahun sebelumnya, yaitu 40,64 ribu jiwa pada kondisi Maret 2019.

Pada tahun 2020, garis kemiskinan (GK) Madina sebesar Rp 400.721 per kapita sebulan, meningkat sebesar 12,54 persen jika dibandingkan tahun 2019 yang hanya sebesar Rp 356.058 per kapita sebulan.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Kabupaten Madina tahun 2019 mengalami penurunan. Indeks Kedalaman Kemiskinan naik dari 1,01 pada 2019 menjadi 1,14 pada 2020. Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan naik dari 0,17 pada 2019 menjadi 0,19 pada 2020.

Angka tersebut mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di Madina cenderung semakin mendekati garis kemiskinan. Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin besar.

“Data tersebut masih relevan dengan kondisi sekarang, apalagi pertumbuhan ekonomi kita (Madina) yang minus tahun 2020,” kata Kepala BPS Madina Drs. Rinaldi, MSi saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan WhatsApp, Rabu (14/6/2021).

Menurut dia, data yang menggambarkan kemiskinan di Madina pada 2021 masih dalam tahap pengolahan di BPS Provinsi Sumatera Utara dan BPS pusat.

“Data kemiskinan diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan dua kali setahun, yakni di bulan Maret dan September. Sedangkan data tahun 2021 dari hasil survei yang dilakukan pada Maret 2021 akan dirilis akhir tahun ini,” ujar Rinaldi.

Reporter: Saparuddin Siregar

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi