menu Home chevron_right
Musik & Informasi

Plt Gubernur Sumut Buka Pekan Olahraga Pelajar Sumut Tahun 2016

Ade | 17 Mei 2016

MUSIK DAN INFORMASI SIANG – Plt Gubernur Sumut Ir HT Erry Nuradi MSi berharap kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota  se Sumatera untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan BUMN, BUMD serta swasta untuk pembinaan olahraga.  Sebab pembinaan membutuhkan biaya dan dukungan besar dari semua pihak.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) KE-XII/2016 di Stadion Mini, Jalan Willem Iskandar, Senin (16/05/2016). “Pemerintah kabupaten kota harus menjalin kerjasama dengan perusahaan di daerahnya masing-masing dalam melakukan pembinaan atlet-atlet sejak usia. Salah satunya melalui pemanfaatan dana CSR,” tutur T Erry yang didampingi Ny Evi Diana Erry Nuradi.

Penggalangan dana melalui kerjasama dengan pihak ketiga ini perlu dilakukan arena untuk menjadikan atlet berprestasi membutuhkan waktu yg cukup panjang, berjenjang dan berkesinambungan. Jadi bukan hanya tanggungjawab pemerintah tapi juga seluruh pemangku kepentingan /stakeholder.

Pembinaan harus dimulai dari usia dini dengan memberdayakan klub olahraga dan pemasalan di sekolah sehingga regenerasi atlet terus berjalan. “Oleh karena itu kami berharap Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia dapat bersinergi melakukan pembinaan atlet usia dini sesuai dengan potensi yang ada di daerahnya masing-masing,” tuturnya.

Kepada para atlet, T Erry berharap agar bertanding dengan sportifitas dan jiwa kesatria. “Paculah dirimu menuju yang terbaik. Hindari Narkoba,” ujarnya

Ketua Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Sumut sekaligus Ketua Panpel H Baharuddin Siagian SH MSi Popdasu XII/2016 sebagai ajang Popwil I di Riau tahun 2016 dan Popnas di Jawa Tengah tahun 2017. Popdasu melibatkan 2.017 atlet, pelatih dan ofisial dari 31 kabupaten/kota. Sementara Kabupaten Nias Selatan dan Nias Utara tidak mengirimkan kontingen.

Even ini mempertandingkan 8 cabang olahraga yakni atletik (185 atlet), gulat (229), pencak silat (206), bulutangkis (99), sepaktakraw (104), tenis meja (120), bola voli (314) dan renang (96). “Jumlah atlet 1.353 atlet dan pelatih ofisial 664 orang. Jadi totalnya 2017 orang,” ungkap Bahar.

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play