menu Home chevron_right
Musik & Informasi

Tahukah Anda, 690 Juta Anak Jadi Korban Perubahan Iklim

Ade | 27 November 2015

4MUSIK & INFORMASI PAGI – Hampir 690 juta dari 2,3 miliar anak-anak di dunia, menjadi korban karena hidup di wilayah paling terdampak perubahan iklim, menghadapi tingkat kematian, kemiskinan dan penyakit lebih tinggi akibat pemanasan alam.

Dalam laporan UNICEF berjudul Kecuali Kita Bertindak Sekarang dinyatakan hampir 530 juta anak-anak hidup di negara paling parah dilanda banjir dan badai tropis, sebagian besar di Asia, sementara 160 juta anak-anak lain tumbuh di wilayah dengan kekeringan parah, terutama di Afrika.

“Anak-anak akan menanggung beban perubahan iklim. Mereka sudah menanggung sebagian besar dampaknya,” kata Nicholas Rees, spesialis kebijakan UNICEF sekaligus penulis laporan tersebut.

“Banyaknya anak-anak terpapar bahaya iklim sangat menghawatirkan,” katanya dalam laporan itu, Selasa 24 November 2015.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dan Presiden China, Xi Jinping, akan bergabung dengan lebih dari 135 pemimpin dunia di Paris,  dalam konferensi internasional bertujuan meraih kesepakatan pertama tentang penanganan pemanasan global dalam 20 tahun ke depan.

Tugas paling mendesak yang harus dilakukan para pemerintah dunia, kata Rees, yakni menyepakati pembatasan emisi gas rumah kaca, namun upaya pada level nasional juga diperlukan. “Saat pengaruh kesepakatan itu muncul, anak-anak masih akan bisa bersekolah dan memperoleh perawatan kesehatan yang mereka butuhkan,” kata dia.

Perhatian utama terletak pada paparan mendetail tentang penyakit mematikan akibat perubahan iklim dan naiknya suhu bumi seperti malaria, pneumonia, diare, dan kurang gizi. Gelombang panas, yang terjadi lebih sering daripada sebelumnya, mengakibatkan ruam parah, kram, kelelahan, dan dehidrasi, yang merupakan penyebab umum hipertermia dan kematikan diantara bayi dan anak-anak.

Dampak kekeringan pertanian mengakibatkan malnutrisi dan kekurangan gizi, yang merupakan penyebab utama kematian setengah populasi balita di seluruh dunia.Dari 160 juta anak yang tinggal di daerah terdampak kekeringan hebat, hampir 50 juta diantanya berada di negara-negara yang separuh penduduknya hidup dengan penghasilan kurang dari 4 dolar AS per hari.

Perubahan iklim juga semakin memperburuk kesenjangan, kata Rees.”Anak-anak miskin dan anak-anak kaya tidak memiliki kesempatan yang sama saat banjir atau kekeringan terjadi,” kata dia.

Daerah pesisir di Asia Selatan, Amerika Latin, dan Kepulauan Karibia termasuk yang paling rentan terdampak, begitu pula dengan pulau-pulau Pasifik, wilayah Tanduk Afrika, dan wilayah khatulistiwa di Afrika.
“Saat ini, anak-anak menjadi yang paling tidak bertanggungjawab terhadap perubahan iklim, tetapi nantinya, mereka dan anak-anak mereka kelak, akan hidup dengan konsekuensi dari perubahan iklim,” kata Direktur UNICEF Anthony Lake.

Konferensi Perubahan Iklim atau COP 21 akan dibuka pada 30 November dan dijadwalkan selesai pada 11 Desember 2015.

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play