Taman Raja Batu Reborn, Bagaimana Nasibmu Kelak?

Taman Raja Batu Reborn. (FOTO: STARTNEWS/IAN SIREGAR)

Panyabungan, StartNews – Taman Raja Batu Reborn bagai hidup segan mati tak mau. Proyek pembangunan taman yang berada tak jauh dari komplek perkantoran Pemkab Mandailing Natal (Madina) itu tidak jelas nasibnya, apakah dilanjutkan atau tidak.

Yang pasti, berdasarkan pantauan startnews pada Minggu (18/7/2021), Raja Batu Reborn ramai dikunjungi warga, terutama kalangan anak muda dan komunitas pencinta sepeda motor. Meski pembangunan beragam fasilitas di tempat itu belum rampung, tak menyurutkan minat warga untuk menghabiskan waktu sore di taman itu.

Sebagian pengunjung tampak duduk-duduk sambil foto-foto di atas batu. Bahkan, area yang luas itu dijadikan warga sebagai tempat untuk belajar mengemudi mobil. Lantaran masih tanah alami dan belum dilapisi aspal atau conblock/pavingblock, setiap melintas kendaraan menimbulkan debu yang pekat.

FOTO: STARTNEWS/IAN SIREGAR

Seperti apa rencana pembangunan Taman Raja Batu Reborn itu kedepannya? Menurut paparan Diskominfo Madina melalui akun youtube-nya, Raja Batu Reborn merupakan perpaduan sarana pariwisata, ekonomi kreatif, dan olahraga.

Dengan pembangunan Raja Batu Reborn itu, objek wisata di Mandailing Natal diharapkan semakin lengkap. Di sepanjang bantaran Sungai Batang Gadis dan Aek Singolot itu, telah disusun batu-batu besar yang berfungsi sebagai kursi dan meja.

Bagian kiri dan depan pendopo di lokasi itu akan digunakan untuk berbagai kegiatan yang ditunjang penataan batu sedemikian rupa, bahkan ada yang berbentuk pecahan.

Di bagian tengah akan dibangun lapangan sepakbola, sarana tenis lapangan, lapan bola volli pantai, dan bebagai cabang olahraga khusus atlet disabilitas.

Di sisi perbukitan, disusun batu secara bertingkat-tingkat yang memungkinkan berbagai kalangan hingga 60 orang dapat berfoto bersama.

Di mintu masuk Raja Batu Reborn, para pengunjung akan bertemu batu berukuran besar, yang sepintas susunan batu tersebut seolah menjadi pos pengamanan. Banyaknya bebatuan di lokasi tersebut seolah menghadirkan kembali pemandangan zaman batu.

Reporter: Ian Siregar

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi