Tan Gozali Desak Kejagung Sita Aset Buronan Adelin Lis di Madina

Ketua KNPI Madina Tan Gozali.

Panyabungan, StartNews – Ketua KNPI Madina Tan Gozali mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita aset Adelin Lis yang berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Buronan kelas kakap kasus pembalakan liar hutan di Madina itu dikabarkan ditangkap otoritas keamanan Singapura. Adelin Lis melarikan diri selama 10 tahun.

“Adelin Lis, pemilik PT Mujur Timber Group, perusahan yang bergerak di bidang perusahaan perkebunan dan pengolahan kayu,” kata Tan Gozali, Kamis (17/6/2021).

Menurut Tan, kuat dugaan perusahan perkebunan PT Mujur Timber Group, beberapa berdiri dan beroperasi di daerah Kabupaten Madina.

“Kuat dugaan kita aset dari Adelin Lis ini banyak bergerak di Madina, maka kita minta Kejagung agar melakukan pemeriksaan terhadap semua perusahaan perkebunan yang ada di sini,” katanya.

Selain itu, Kejagung juga diminta menyita semua aset milik Adelin Lis, khususnya di Kabupaten Madina.

“Semua aset dari buronan kelas kakap ini harus disita. Kejagung harus kejar, karena kasusnya telah merugikan uang negara hingga ratusan milliar, rupiah” tegas Tan yang juga Ketua Umum Ikatan Pemuda Mandailing.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, pada Maret 2006 Adelin Lis dinyatakan buron oleh Polda Sumut.

Pemilik PT Mujur Timber Group dan PT Keang Nam Development Indonesia itu diduga melakukan pembalakan liar di hutan Mandailing Natal.  Namun, Adelin Lis melarikan diri dan tertangkap di Beijing, China, pada akhir 2006.

Kemudian, Adelin Lis kembali kabur esoknya, setelah puluhan orang tidak dikenal mengeroyok empat petugas KBRI yang mengawalnya. Tetapi kembali berhasil ditangkap.

Seterusnya, pada 2008, dia kabur lagi. Selama 10 tahun keberadaannya tidak diketahui hinggapada Maret 2021,  otoritas keamanan Singapura mencurigai paspor yang digunakan Adelin Lis dengan nama Hendro Leonardi.

Reporter: Rls

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi