menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

46 Santri Madina Dipersiapkan Ikuti MQK Tingkat Propinsi

Ade | 9 Februari 2017

Kemenag Madina Drs. Muksin Batubara, M.Pd menyerahkan piala kepada pemenang MQK tingkat Kab. Madina dua bulan lalu.

Panyabungan.StArtNews-Sebanyak 46 orang Santri dari berbagai Pondok Pesantren di Kab. Mandailing Natal dipersiapkan untuk mengikuti  Musabaqah Qiroatil Kutub ( MQK ) tingkat Propinsi yang direncanakan bulan Mei 2017 nanti.

Hal itu dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Mandailing Natal, Drs. Muksin Batubara, M.Pd  melalui  Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren,  Ahmad Asrin, S.Ag, MA kepada StArt News, Kamis ( 9/2) di Panyabungan.

Dikatakannya, ke 46 santri ini merupakan pemenang dari MQK tingkat Kab. Mandailing Natal yang dilaksanakan dua bulan lalu di Panyabungan. Sesuai dengan surat Kemenag Madina kepada masing-masing Pesantren agar semua peserta ini diberikan bimbingan dan pelatihan untuk mengikuti MQK tingkat Propinsi sesuai dengan bidang masing-masing.

“Kita berharap ke 46 Santri ini dipersiapkan sebaik mungkin, sebab seperti tahun lalu kita punya target meraih juara umum di tingkat Propinsi. Kita dari Kemenag Madina bekerja sama dengan Pemkab  nantinya juga berencana akan memberikan bimbingan dan pelatihan, tapi sebelum itu kita berharap masing-masing Pesantren juga mempersiapkan Santrinya baik ia keilmuan serta administrasinya,” ujar Asrin.

Ditambahkan Asrin, ke 46 Santri ini berasal dari Musthafawiyah Purba baru 35 orang, Pesantren Roihanul Jannah 2 orang, Pesantren Darul Iklas 9 orang, Darul Ulum Muara Mais 1 orang dan Pesantren Abinnur Islami 1 orang. Sedangkan jenis kegiatan yang diikuti mulai dari Fiqh, Nahwu, Tarikh, Tafsir, Akhlak, Hadits, Ushul Fiqh, Balaghoh dan debat Bahasa Arab.

Pihaknya juga berharap doa dukungan warga Mandailing Natal nantinya agar Santri yang menjadi duta Madina ke tingkat Propinsi ini meraih juara,  bukan saja di tingkat propinsi tapi juga ditingkat nasional nantinya.

Reporter : Lokot Husda

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play