menu Home chevron_right
Musik & Informasi

5 Tahun Disekap Taliban, Pria Kanada Akhirnya Bebas

Ade | 13 Januari 2016

4]MUSIK & INFORMASI PAGI – Seorang warga Kanada akhirnya bebas setelah diculik dan disekap kelompok militan Taliban di Afghanistan sejak lima tahun lalu. Pembebasan pria tersebut berkat bantuan otoritas Qatar.

Colin Rutherford masih berumur 26 tahun ketika dilaporkan hilang pada Februari 2011, saat berkunjung ke Afghanistan sebagai turis. Menteri Luar Negeri Kanada Stephane Dion menyampaikan perihal pembebasan Rutherford tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (12/1/2016). Namun dia tak menjelaskan lebih rinci mengenai bantuan Qatar dalam pembebasan ini.

“Kanada sangat senang karena upaya-upaya yang dilakukan untuk memastikan pembebasan Colin Rutherford dari penyekapan telah berhasil,” ujar Dion dalam statemennya.

“Kami menantikan Rutherford kembali ke Kanada dan bertemu kembali dengan keluarganya dan orang-orang tercinta,” imbuh pejabat tinggi Kanada itu.

Rutherford diculik di provinsi Ghazni oleh militan Taliban yang menuduhnya sebagai mata-mata. Dalam video yang dirilis kelompok militan itu pada Mei 2011 lalu, Rutherford mengatakan dirinya pergi ke Afghanistan untuk melihat tempat-tempat bersejarah, gedung-gedung tua dan kuil-kuil.

Dalam sidang Senat AS pada Juni 2015 lalu, seorang perwira pasukan khusus Amerika Serikat Letnan Kolonel Jason Amerine yang ditugasi mengupayakan pembebasan tentara AS, Bowe Bergdahl, mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri AS telah menolak rencana yang bisa membebaskan Rutherford dan sandera lainnya.

Selama upayanya itu, Amerine menyatakan dirinya mendapat informasi mengenai Rutherford serta warga AS, Warren Weinstein dan lainnya yang disandera Taliban. Weinstein tewas akibat kekeliruan serangan pesawat tak berawak (drone) AS pada Januari 2015.

Adapun Bergdahl yang diculik Taliban di Afghanistan pada tahun 2009, dibebaskan pada tahun 2014 setelah tercapainya kesepakatan mengenai pembebasan sejumlah pemimpin Taliban dari tahanan AS.

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play