Tekan Angka Kriminalitas, MUI Madina Ajak Semua Pihak Perkuat Nilai Agama
Panyabungan, StartNews – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal (MUI Madina) mengajak semua pihak memperkuat pengamalan nilai-nilai agama untuk menekan peningikatan angka kriminalitas di kabupaten berjuluk Serambi Mekkah Sumatera Utara ini.
Ajakan itu disampaikan oleh Ketua MUI Madina KH Muhammad Nasir, Lc., M.Ag., saat menjadi narasumber pada acara Diskusi Publik Darurat Sosial yang diprakarsai Madina Kreatif Madani, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Madina, dan Radio Start FM Panyabungan di Version Café, Panyabungan pada 17 September 2025.
Muhammad Nasir menilai peningkatan angka kriminalitas bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga terkait dengan krisis moral dan lemahnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.
“Akar masalah kriminalitas seringkali muncul dari jauhnya masyarakat dari nilai agama, rapuhnya ketahanan keluarga, serta semakin terkikisnya budaya malu yang selama ini menjadi benteng sosial kita,” ungkapnya.
Dia juga menyerukan agar seluruh elemen, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga pendidikan, hingga tokoh agama dan tokoh adat, bersatu dalam memberikan solusi yang komprehensif.
“MUI siap menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran spiritual dan moral umat, karena penyelesaian masalah sosial tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat hukum semata,” tegasnya.
Selama ini, menurut Nasir, masyarakat Madina masih sering terjebak pada persoalan seremonial tanpa membenahi akar permasalahan.
“Kita harus jujur mengakui bahwa kita belum benar-benar serius membenahi Mandailing Natal. Banyak program dan wacana sudah digulirkan, tetapi implementasinya sering tidak sampai pada masyarakat bawah yang paling merasakan dampak darurat sosial ini,” ujarnya.
Menurut dia, perubahan tidak akan datang hanya dari pemerintah atau aparat, tetapi harus lahir dari kesadaran kolektif.
“Jika kita terus lalai, maka masalah kriminalitas akan semakin membesar dan sulit dikendalikan. Mari kita sama-sama bergerak dengan niat tulus agar Mandailing Natal benar-benar menjadi daerah yang aman, religius, dan bermartabat,” pungkas Nasir.
Diskusi publik itu menghadirkan sejumlah narasumber kunci, di antaranya Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, Ketua DPRD Madina H. Erwin Efendi Lubis, Wakapolres Madina Kompol Aris Fianto, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Madina Payungan Pulungan, Ketua MUI Madina KH Muhammad Nasir, dan tokoh adat Ali Rahman Nasution.
Juga hadir 200-an peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi mahasiswa, dan organisasi masyarakat.
Reporter: Rls

Comments
This post currently has no comments.