menu Home chevron_right
Berita Madina

Di Hadapan Forkopimda Madina, Emak-emak Singkuang Curhat Soal Bahaya Narkoba

Redaksi | 21 Desember 2025

MBG, StartNews – Sejumlah emak-emak Desa Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menyuarakan keresahan dan kekecewaan mereka secara terbuka di hadapan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dalam pertemuan yang digelar di Balai Desa Singkuang I, Minggu (21/12/2025).

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution, Kapolres Madina, Kepala BNNK Madina, sejumlah anggota DPRD Madina, Danramil, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Singkuang I.

Dalam forum itu, seorang perwakilan emak-emak bernama Aniwar menyampaikan aspirasi dengan nada lugas dan emosional. Ia mengawali penyampaiannya dengan permintaan maaf karena berbicara apa adanya.

“Maaf ya Pak, kami tidak bisa terlalu formal. Maklumlah kami ibu-ibu, agak barbar sikit. Pendidikan pun kurang,” ucap Aniwar di hadapan Forkopimda.

Namun di balik kesederhanaan bahasa, tersimpan kegelisahan mendalam terkait maraknya peredaran narkoba yang menurut mereka sudah terlalu lama dibiarkan.

Aniwar menegaskan persoalan tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan akibat lemahnya penanganan sejak awal.

“Masa emak-emak lebih tahu duluan daripada Polseknya? Itu sangat kecewa kami, Pak. Karena yang melihat langsung dampaknya itu kami di masyarakat,” ujarnya dengan nada kecewa.

Dia menjelaskan, dampak narkoba tidak hanya dirasakan oleh para pengguna, tetapi juga masyarakat umum. Salah satu contoh nyata adalah meningkatnya kasus pencurian kebutuhan rumah tangga.

“Tabung gas elpiji, mau masak sudah tidak ada. Mau beli, tidak ada yang jual. Kalau ada pun, tak ada duit. Itu dampaknya, Pak,” katanya.

Lebih memprihatinkan lagi, menurut Aniwar, peredaran narkoba sudah menyasar anak-anak usia sekolah.

“Masih tingkat SMP sudah dikasih coba obat itu. Fakta, Pak! Siapa ibu-ibu yang rela anaknya hancur?” tegasnya.

Di hadapan Bupati Madina yang mereka sebut sebagai “ayah bagi masyarakat”, emak-emak Singkuang I menyampaikan tuntutan tegas. Mereka meminta agar bandar-bandar besar narkoba, khususnya yang beroperasi di wilayah Muara Batang Gadis, segera ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami minta khusus bandar besar narkoba dijadikan DPO secepatnya, Pak. Dan kami tuntut transparansi. Jangan hanya bilang ‘sudah, Bu’, tapi bertahun-tahun tidak ada kejelasan,” kata Aniwar.

Emak-emak Desa Singkuang I berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan diikuti dengan langkah nyata dan penegakan hukum yang tegas, transparan, serta berpihak pada keselamatan generasi muda Madina.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play