Madina Jadi Daerah Tercepat di Sumut Terima Bantuan Benih dari Kementan
Siabu, StartNews – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mencatatkan respon tercepat di Provinsi Sumatera Utara dalam perolehan bantuan pemulihan sektor pertanian dari pemerintah pusat. Hal ini ditandai dengan penyaluran 37,6 ton bibit padi Varietas Inpari 32 kepada para petani di Kecamatan Siabu pada Selasa (23/12/2025).
Bupati Madina H. Saipullah Nasution secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut di gudang UPT Dinas Pertanian Siabu. Dia mengatakan koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat membuahkan hasil nyata bagi petani terdampak bencana di Madina.
Dalam sambutannya, Saipullah mengapresiasi jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Menurut dia, bantuan ini merupakan bentuk nyata perhatian pusat terhadap pemulihan ekonomi di daerah.
“Kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian dan Wakil Menteri Pertanian atas respons yang sangat cepat. Sebagaimana disampaikan Pak Kadis, Madina adalah daerah pertama di Sumatera Utara yang menerima bantuan bibit padi ini,” ujar Saipullah.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Madina Taufik Zulhandra Ritonga melaporkan, bantuan sebesar 37,6 ton ini difokuskan untuk 104 kelompok tani di Kecamatan Siabu. Bantuan ini mencakup lahan padi sawah di 12 desa dengan luas lahan 1.269 hektare, lahan padi kering (gogo) di empat 4 desa dengan luas lahan 149 hektare.
Dengan diterimanya benih unggul ini lebih awal dibandingkan daerah lain, Saipullah berharap para petani bisa langsung memulai proses penyemaian pada pekan ini. Kecepatan ini dinilai penting agar masa panen tidak meleset dari jadwal, sehingga stabilitas pangan di Madina tetap terjaga.
“Harapan kita, dalam pekan ini benih sudah disemai agar secepatnya bisa ditanam. Dengan begitu, produktivitas kita kembali normal dan swasembada beras di Madina tetap terjaga,” tuturnya.
Turut hadir dalam penyaluran bantuan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Afrizal Nasution, serta para perwakilan kelompok tani dari berbagai desa di Kecamatan Siabu.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.