Wamen Investasi Beri Pendampingan Izin Tambang Emas dan Hilirisasi Kopi di Madina
Jakarta, StartNews – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu berkomitmen memberikan pendampingan terhadap pengembangan sektor hilirisasi dan legalitas pertambangan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Dia menyampaikan komitmen itu saat bertemu dengan Bupati Madina H. Saipullah Nasution di Jakarta pada Rabu (14/1/2026).
Salah satu poin penting dalam pertemuan itu terkait rencana pemberian pendampingan izin pertambangan rakyat oleh BKPM, menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2025 yang memungkinkan koperasi mengelola Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) hingga seluas 2.500 hektare.
Dukungan pemerintah pusat itu diharapkan dapat melegalkan aktivitas penambangan emas masyarakat, sehingga mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang sah secara hukum.
Bupati Madina Saipullah Nasution mengatakan Wamen Todotua juga memberikan perhatian khusus pada percepatan hilirisasi komoditas unggulan daerah, terutama kopi Mandailing. Fokus utama program ini meliputi perbaikan kualitas kebun serta pembangunan industri pengolahan kopi agar nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani lokal.
Selain kopi, komoditas kakao dan aren di Madina juga mulai menarik minat investor asal China untuk pengembangan sektor hulu hingga hilir.
Selain penguatan komoditas, pemerintah pusat dan daerah juga menyepakati optimalisasi infrastruktur pendukung industri melalui pengembangan Pelabuhan Palimbungan di Batahan. Kehadiran pelabuhan ini dinilai vital untuk mendukung distribusi hasil industri dan meningkatkan daya saing investasi di Madina.
Pembahasan tersebut juga mencakup rencana pengembangan energi terbarukan melalui PLTA dan PLTMH yang ramah lingkungan sebagai penopang kebutuhan energi industri masa depan.
Sebagai langkah konkret di sektor perkebunan, Kementerian Investasi/BKPM akan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian untuk mendukung program konversi lahan karet tua ke komoditas lain yang lebih produktif, termasuk sawit.
Sinergi ini diharapkan dapat merevitalisasi lahan-lahan tidak produktif di Madina demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui tata kelola investasi yang terintegrasi.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.