Hujan Lebat Bikin Tanggul Jebol, Tiga Desa di Siabu Terendam Banjir
Siabu, StartNews – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejak Senin (9/2/2026) dini hari mengakibatkan banjir di tiga desa di Kecamatan Siabu. Banjir dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa ini tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas di beberapa fasilitas pendidikan.
Penyebab utama luapan air di tiga des aitu berasal dari jebolnya infrastruktur pembatas air dan penyumbatan pada saluran pembuangan utama.
Di Desa Lumba Pinasa, debit air yang tinggi mengakibatkan tanggul Aek Sibontar kembali jebol, sehingga air meluap dan merendam area sekolah. Kondisi serupa terjadi di Desa Bonan Dolok, air menggenangi rumah-rumah warga akibat buruknya sistem drainase di jalur utama.
Camat Siabu Sudrajat Putra Batubata mengatakan ada titik-titik spesifik yang menjadi pusat genangan akibat kegagalan fungsi infrastruktur tersebut. Selain sekolah, kata dia, belasan rumah warga juga terdampak akibat luapan parit dan gorong-gorong yang tidak mampu menampung volume air hujan.
“Banjir menggenangi SDN 018 Lumba Pinasa dengan ketinggian air sekitar 30 setimeter yang disebabkan hujan deras hingga mengakibatkan jebolnya kembali tanggul Aek Sibontar. Sementara di Desa Bonan Dolok, sebanyak 10 unit rumah warga tergenang air sekitar 30-40 sentimeter akibat tersumbat gorong-gorong saluran air di pinggir Jalan Lintas Sumatera,” jelas Sudrajat Putra Batubata yang dihubungi Senin (9/2/2026) siang.
Selain pemukiman, fasilitas pendidikan yang terdampak adalah SDN 034 Pintu Padang Julu. Di lokasi ini, air mencapai ketinggian 40 sentimeter yang dipicu meluapnya parit di bagian belakang sekolah.
Meskipun genangan air sempat menghambat aktivitas warga sejak pagi, pihak kecamatan melaporkan kondisi di lapangan berangsur membaik seiring perubahan cuaca pada siang hari.
Sudrajat mengatakan hingga saat ini tim di lapangan terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan keselamatan warga.
Berdasarkan laporan terbaru, kata dia, air yang merendam rumah warga dan fasilitas umum mulai surut secara perlahan. Cuaca juga mulai panas di wilayah Siabu dan sekitarnya.
“Informasi yang kita terima siang ini, banjir yang merendam fasilitas sekolah dan pemukiman sudah mulai surut. Alhamdulillah tidak ada kerusakan berat atau korban jiwa dalam peristiwa banjir yang baru saja terjadi,” kata Sudrajat.
Reporter: Agus Hasibuan

Comments
This post currently has no comments.