menu Home chevron_right
Berita MadinaSikap Redaksi

Lopo Tepsun dan Wajah Baru Ekonomi Desa

Redaksi | 11 Februari 2026

PERESMIAN Lopo Tepsun di Desa Padang Laru, Panyabungan Timur, Selasa (10/02/2026), bukan sekadar seremoni gunting pita biasa. Kehadiran destinasi ini sekaligus wujud pernyataan sikap bahwa ekonomi desa tidak lagi harus tertidur. Ia menjadi simbol babak baru bagi Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Inisiatif lokal mulai mengambil peran penting dalam peta pembangunan daerah secara mandiri.

Seringkali, unit usaha di tingkat desa dipandang sebelah mata hanya sebagai tempat berkumpul atau pelepas penat. Namun, kehadiran Bupati Madina H. Saipullah Nasution mempertegas posisi strategis Lopo Tepsun sebagai instrumen vital dalam penciptaan lapangan kerja.

Ketika sebuah UMKM lahir di jantung pedesaan, ia membawa dampak berantai yang nyata. Mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal yang mengurangi arus urbanisasi, peningkatan daya beli masyarakat sekitar, hingga terciptanya ruang kolaborasi bagi produk-produk lokal lainnya untuk ikut dipasarkan secara lebih luas.

Dodi Martua, pemilik Lopo Tepsun, telah membuktikan bahwa visi sederhana untuk menyediakan ruang keluarga yang nyaman bisa bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang konkret. Mimpi untuk menyediakan tempat istirahat yang representatif di tepi sungai kini bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan aset ekonomi desa yang harus didukung penuh.

Satu poin penting yang patut digarisbawahi dari momentum peresmian Lopo Tepsun. Soal kebersihan lingkungan. Lopo Tepsun memiliki aset tak ternilai berupa keindahan aliran sungai. Namun, potensi ini sekaligus menjadi tanggung jawab yang besar. Jika dikelola dengan abai, ia akan hancur oleh polusi. Sebaliknya jika dijaga, ia akan menjadi warisan ekonomi yang abadi bagi generasi mendatang.

Bupati mengingatkan dengan tegas bahwa sampah yang mencemari sungai akan langsung mengurangi nilai keindahan wisata itu sendiri. Kesadaran kolektif yang ditekankan oleh Kepala Desa Padang Laru Landong merupakan kunci utama. Pengembangan pariwisata berbasis alam hanya akan berkelanjutan jika etika lingkungan menjadi prioritas utama yang dijalankan berdampingan dengan sajian kuliner dan kenyamanan fasilitas.

Lopo Tepsun diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya inovasi-inovasi UMKM lain di wilayah Panyabungan Timur. Dukungan langsung dari pemerintah daerah menjadi modal awal yang berharga. Namun, keberlangsungannya berada di tangan masyarakat dan pengelola dalam menjaga profesionalisme serta konsistensi layanan.

Pembangunan ekonomi yang kokoh tidak selalu harus dimulai dari gedung-gedung mewah di pusat kota. Seringkali, ia dimulai dari tepian sungai di sebuah desa, lewat keberanian mengambil peluang dan niat tulus untuk memajukan tanah kelahiran.

Selamat atas peresmian Lopo Tepsun. Mari kita jaga bersama agar ekonominya terus tumbuh dan lingkungannya tetap asri. (*)

Penulis: Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play