menu Home chevron_right
Berita Madina

Lahan Pertanian di Madina Selesai Direhabilitasi, tapi Terancam Kekeringan Akibat Irigasi Tersumbat

Redaksi | 17 Juni 2026

Bupati Madina H. Saipullah Nasution mendesak pengerukan irigasi Batang Gadis yang tersumbat material pasca-banjir demi mengairi 500 hektare sawah warga yang kini terancam kekeringan.

Siabu, StartNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mendesak instansi terkait segera mengeruk saluran sekunder irigasi Batang Gadis yang tersumbat material pasca-bencana banjir. Pengerukan ini dinilai penting, karena pasokan air ke sekitar 500 hektare sawah di Kecamatan Hutabargot, Nagajuang, dan Panyabungan Utara tersumbat total. Sementara program rehabilitasi lahan pertanian warga saat ini hampir rampung 100 persen.

Ancaman kekeringan itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Madina setelah memulihkan puluhan hektare lahan yang sempat rusak.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan pada Selasa (16/6/2026) kemarin, kondisi fisik lahan warga di Desa Tangga Bosi III (Siabu) dan Desa Sayurmatua (Nagajuang) sudah kembali normal. Proyek normalisasi sungai sepanjang 1.150 meter telah selesai dikerjakan. Namun, pemulihan lahan ini dipastikan siasia jika persoalan distribusi air tidak segera diselesaikan.

“Masalah saat ini sawah sudah direhabilitasi, tapi airnya tidak ada. Penyebabnya saluran irigasi Batang Gadis tersumbat oleh material yang cukup tinggi dan ini perlu dilakukan pengerukan,” kata Bupati Madina Saipullah di sela-sela kunjungannya.

Untuk mengantisipasi gagal tanam akibat ketiadaan air, Pemkab Madina menyiapkan langkah administratif formal. Saipullah mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan menyurati instansi berwewenang yang bertanggung jawab atas pengelolaan irigasi tersebut agar proses pengerukan material sedimen dapat langsung dieksekusi di lapangan.

“Pemda Madina secepatnya bersurat pada instansi terkait agar material yang berada di irigasi sekunder Batang Gadis tersebut dapat diangkat,” ujar Saipullah.

Sejauh ini, program pemulihan sektor pertanian di Madina menunjukkan progres yang bervariasi di tiga wilayah terdampak. Di Kecamatan Siabu, rehabilitasi lahan seluas 25 hektare telah rampung sepenuhnya atau mencapai 100 persen.

Sementara untuk Kecamatan Nagajuang, pemulihan lahan seluas 42 hektare sudah menyentuh angka 95 persen, dan Kecamatan Hutabargot dengan luas lahan 30 hektare kini berada pada progres 75 persen.

Dalam agenda peninjauan tersebut, Saipullah didampingi jajaran pejabat daerah, di antaranya Asisten I Sahnan Pasaribu, Asisten III Lismulyadi Nasution, Plt. Kadis Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, serta Plt. Kadis Kominfo Muhammad Syail Lubis.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play