menu Home chevron_right
Berita Madina

Penjelasan Lengkap Leader Jamaah Umrah yang Ditelantarkan Agen Travel SAH

Redaksi | 21 Agustus 2026

Panyabungan, StartNews – Impian puluhan jamaah umrah asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk beribadah ke Tanah Suci terpaksa kandas setelah mereka ditelantarkan oleh agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di Bandara Internasional Kualanamu. Pimpinan rombongan jamaah, Hanapi Lubis, mengungkapkan batalnya keberangkatan ini disebabkan ketiadaan tiket pesawat, meskipun seluruh biaya visa dan akomodasi di Arab Saudi telah dilunasi oleh pihak travel.

Menurut penuturan Hanapi, tanda-tanda ketidakberesan sudah terlihat sejak mereka berada di penginapan sebelum menuju bandara. Hanapi sempat meminta Alwi Batubara, pemilik travel SAH, untuk menemui jamaah dan menjelaskan kendala yang terjadi agar bisa dicarikan solusi bersama.

Hanapi menyayangkan situasi ini karena persiapan di Tanah Suci sebenarnya sudah matang. Dia bahkan sudah memastikan bahwa visa, hotel, dan biaya penanganan (handling) di Arab Saudi telah dibayarkan lunas kepada pihak penyedia di sana. Namun, tanpa tiket pesawat yang menjadi tanggung jawab Alwi, seluruh persiapan tersebut menjadi sia-sia.

Alih-alih memberikan kejelasan, Alwi justru menghindari jamaah. “Menunggu Alwi, turun dia dari lantai dua pakai kaos oblong putih. Turun bawa kertas satu lembar, saya pikir sudah mau ketemu, langsung dia lewat resepsionis. Rupanya enggak ketemu sama kami, dia sudah pergi,” ungkap Hanapi setiba di Polres Madina, Jumat (21/8/2026).

Kepanikan memuncak ketika jamaah tiba di Bandara Kualanamu. Alwi beralasan sedang mengurus keberangkatan di bandara, namun wujudnya tidak pernah muncul. Kecurigaan Hanapi semakin kuat saat dia mendapat informasi dari pimpinan rombongan lain, Ustaz Iqbal dari Grand Safana Nauli (GSN), yang ternyata juga mengalami nasib serupa karena memesan tiket melalui orang yang sama.

Komunikasi dengan Alwi akhirnya terputus total. Pesan yang dikirimkan hanya berstatus terkirim tanpa balasan, hingga akhirnya sang agen tidak bisa lagi dihubungi oleh siapapun. Puncaknya, pada pukul 14.45 WIB, pesawat yang seharusnya ditumpangi oleh para jamaah lepas landas tanpa mereka.

“Di ujung cerita, pada pukul 14.45 pesawat sudah terbang. Saya sudah pastikan jamaah tidak bisa terbang lagi, karena tidak punya tiket utuh,” tegas Hanapi.

Melihat kondisi psikologis jamaah yang mulai terguncang, menangis, dan kebingungan, Hanapi langsung mengambil inisiatif darurat. Dia menghubungi istri Alwi, Aminah, untuk meminta pertanggungjawaban sementara agar jamaah tidak telantar di bandara.

Dari komunikasi tersebut, Hanapi menerima kiriman dana darurat sebesar tujuh juta rupiah yang langsung digunakannya untuk menyewa lima belas kamar hotel sementara dan menyediakan makan siang bagi jamaah.

Dengan difasilitasi oleh pihak Kementerian Haji dan Umrah, para jamaah kemudian dievakuasi ke Asrama Haji. Hanapi mengaku masih berupaya menunggu iktikad baik Alwi untuk membelikan tiket pengganti agar biaya hotel di Arab Saudi tidak hangus. Dia juga memikirkan risiko penelantaran lanjutan jika mereka tetap berangkat tanpa penanggung jawab yang jelas di sana.

Namun, penantian panjang itu tidak membuahkan hasil. “Akhirnya kita tunggulah sampai kemarin sore jam 5, tidak ada iktikad baik, baik dari keluarga Alwi, istrinya, atau keluarga utusannya, tidak ada iktikad baik. Akhirnya, sorenya kita sepakat bersama-sama untuk melakukan pelaporan terhadap Saudara Alwi. Kemudian sepakat untuk kembali ke Mandailing,” pungkas Hanapi.

Reporter: Agus Hasibuan/ Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play