menu Home chevron_right
Berita Madina

Kalau Kehabisan Air di Belantara TNBG, Minum Saja dari Tumbuhan Liana

Redaksi | 16 Oktober 2026

Panyabungan, StartNews – Terjebak di tengah hutan rimba tanpa setetes air minum tentu menjadi situasi yang menegangkan bagi siapapun. Namun, alam liar di Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) yang membentang di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyimpan rahasia bertahan hidup yang luar biasa melalui keberadaan tumbuhan liana.

Berdasarkan video yang diunggah di laman facebook Balai TNBG yang dilihat pada Jumat (16/10/2026), liana bukan sekadar tumbuhan merambat, melainkan penyelamat nyawa di saat darurat.

Liana tumbuh dengan cara merambat atau melilit pada pohon lain demi menggapai sinar matahari di kanopi hutan.

Petugas Balai TNBG menjelaskan, tumbuhan berkayu ini memiliki fungsi ganda yang vital bagi ekosistem. Satwa liar memanfaatkan liana sebagai sumber pakan sekaligus jembatan penghubung tajuk. Sementara manusia dapat mengandalkan liana sebagai sumber air darurat, bahan obat tradisional, serta bahan kerajinan tangan.

Petugas Balai TNBG memaparkan beberapa jenis liana spesifik yang aman menjadi sumber air bersih, di antaranya akar bajakah (Spatholobus sp.), akar tangkup, dan akar kait-kait atau Smilax myosotiflora.

Pemilihan tanaman ini menuntut kehati-hatian tinggi. Petugas menyarankan para pendaki untuk memilih batang berukuran besar, bergetah segar, serta berkulit hijau. Pemotongan wajib dilakukan pada dua sisi ujung batang agar air dapat mengalir dengan lancar.

“Air yang keluar harus bening dan tidak berlendir. Tidak memiliki bau menyengat atau rasa yang pahit. Hindari liana yang mengeluarkan getah kental, berwarna aneh, atau berbau tajam,” demikian pesan yang disampaikan melalui dokumentasi edukasi tersebut.

Upaya pelestarian hutan hujan tropis ini berjalan seiring dengan kegiatan konservasi seperti pemasangan kamera jebak untuk memantau populasi Harimau Sumatera.

Pesan moral terpancar jelas dari seluruh rangkaian kegiatan ini untuk mengingatkan masyarakat agar menjaga kelestarian pohon inang tempat liana hidup.

“Mari kita jaga alam, maka alam akan jaga kita,” ajak petugas Balai TNBG menutup panduan penyelamatan di alam bebas tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya etika pelestarian lingkungan yang berimbang dan edukatif bagi publik.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play