menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Akses Komunikasi dan Jalan Buruk, Korban Banjir Bandang di Muara Batang Gadis Sulit Dijangkau

Ade | 18 Oktober 2018

Kondisi Banjir Bandang di Desa Tagilang Kecamatan Muara Batang Gadis

Mandailing Natal, StArtNews- Selain Banjir Bandang di Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut, ternyata Banjir Bandang juga telah menghantam beberapa Desa di Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal pada Senin (15/10) lalu.

Banjir bandang terparah yang menghantam beberapa Desa di Muara Batang Gadis, Desa Tagilang menghanyutkan 5 unit rumah, 12 unit rumah rusak berat, 11 rusak ringan.

Menurut informasi, karena akses komunikasi dan jalan buruk ke Desa Tagilang dan beberapa desa yang terkena banjir di Muara Batang Gadis sulit terjangkau untuk memberikan bantuan.

Data yang diperoleh sementara dari BPBD Madina pada Kamis (18/10) dalam peristiwa banjir yang terjadi pada Senin (15/10) itu setidaknya ada 10 desa yang terkena dampak banjir pada kecamatan itu di antaranya adalah desa transmigrasi SP I dan SP II Singkuang, Desa Hutaimbaru, Desa Ranto Panjang Dusun Pagaran Joring, Desa Lubuk Kapundung, Desa Lubuk Kapundung II, Desa Manuncang, Desa Sale Baru Dusun Bronjong dan Desa Singkuang II.

Sulitnya akses informasi dan akses kenderaan ke desa-desa yang terkena dampak banjir di Kecamatan Muara Batang Gadis itu menyebabkan banjir bandang ini lama terakses media.

Adapun daerah yang paling parah terkena dampak banjir ini adalah desa-desa transmigrasi SP I dan SP II Singkuang, pada desa ini satu unit rumah roboh.

Sedangkan di Desa Lubuk Kapundung banjir ini juga merusak 50 hektar areal pertanian warga dan membuat sarana air bersih warga rusak.

Kemudian di Desa Hutaimbaru terdapat lima rumah rusak ringan, satu surau hanyut dan fasilitas sarana belajar seperti meja dan buku siswa hanyut terbawa air.

Di Desa Tagilang Julu juga mengakibatkan 49 rumah penduduk terendam air, lima rumah hanyut, 12 rumah rusak berat, 11 rusak ringan dan satu unit surau rusak berat.

Sementara di Desa Manuncang mengakibatkan jembatan penghubung Manuncang – Tabuyung putus dan satu surau hanyut.

Sementara, di Desa Sale Baru Dusun Bronjong juga mengakibatkan satu unit rumah tertimbun longsor dan akses menuju desa itu tertutup longsor.

Reporter : Putra Saima

Editor : Ody Eserge

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play