Alamakjang! Mau Nimbun Minyak, Malah Mobilnya Jadi Arang
NGERI kali memang kelakuan pemain minyak zaman sekarang ini, Lae. Bayangkan klen, niat hati mau nimbun BBM biar cepat kaya raya, eh malah mobilnya yang hangus terbakar. Kejadiannya hari Senin siang tanggal 8 Juni 2026 kemarin di SPBU Saba Purba, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina). Ada mobil Suzuki Carry tiba-tiba terbakar pas lagi ngisi minyak. Macam atraksi sulap kulihat, niatnya ngisi bensin Rp300 ribu, rupanya yang keluar api naga!
Usut punya usut, mobil Carry itu bukan Carry sembarangan. Di dalamnya diduga kuat ada “tangki siluman” hasil modifikasi pakai alat pompa rakitan. Namanya juga barang rakitan, korslet sikit aja langsung melayang itu nyawa.
Parahnya lagi, pas lagi ngisi minyak, mesin mobil dibiarkan hidup. Kata petugas SPBU-nya, si Irsan Batubara, tiba-tiba aja bunyi letupan “bup!” dan langsung marak apinya. Disemprot pakai racun api (APAR) pun tak mempan lagi.
Yang bikin awak senyum-senyum simpul, si petugas cerita kalau gelagat sopirnya ini aneh kali. Pas ngisi, semua kaca ditutup rapat macam ada rapat paripurna di dalam mobil Carry itu.
Petugas SPBU ngakunya cuma ngisi ke tangki standar dan tak tahu ada apa di bagasi, walau dia sendiri dengar ada suara mesin menderu dari dalam. Ah, masa iya sih abang tak curiga sama sekali? Gelagat udah macam agen rahasia begitu masa dibiarkan aja lolos?
Nah, di sinilah letak pentingnya kasus ini. Kejadian ini bukan cuma sekadar musibah mobil gosong biasa, tapi bisa jadi pintu masuk buat ngebongkar mafia minyak.
Hukum kita ini tak main-main. Jangan pikir cuma bos penimbunnya aja yang bakal ketar-ketir, pihak SPBU-nya pun bisa ikut masuk angin klen! Kalau terbukti pihak SPBU pura-pura tutup mata, apalagi sengaja ngasih jalan buat si penimbun ini beraksi, siap-siaplah pindah tidur ke hotel prodeo.
Ancaman pidananya ngeri, Lae! Sesuai Undang-Undang Migas, pelaku penimbunan bisa kena kurungan penjara 3 tahun dan denda 30 miliar rupiah. Tiga puluh miliar! Uang semua itu, bukan daun ubi.
Bagi pihak SPBU yang bandel, siap-siap juga kena sabet Pasal 56 KUHP soal ngebantu kejahatan. Dalih “kami tak tahu-menahu” itu tak bakal mempan di mata hukum kalau secara logika klen udah dengar suara mesin aneh dari bagasi tapi tetap aja diisikan minyaknya.
Di hukum pidana, sadar ada yang tak beres tapi tetap dibiarkan itu udah masuk unsur kesengajaan. Sanksinya? Penjara dan izin usaha SPBU-nya langsung dicabut! Tamatlah riwayat.
Makanya, awak salut dan dukung penuh kali langkah Polres Madina di bawah komando Kasat Reskrim AKP Tri Boy Alvin Siahaan yang udah gaspol ngambil alih kasus ini. Mantap komandan, paten! Jadikan aja mobil gosong itu jadi barang bukti buat ngebongkar habis jaringan mafia BBM di Madina ini. Jangan kasih kendor, Bang! Kita warga ini tunggu kali hasil penyelidikannya.
Periksa semua saksi, cek CCTV, periksa itu petugas dan pengelola SPBU-nya, sekalian seret aja siapa bos besarnya. Rakyat ini udah muak kali sama kelakuan orang-orang serakah yang bikin BBM sering langka.
Buat pengelola SPBU yang lain, udahlah, jangan main-main api kalau tak mau terbakar, literally ini ya! Cari rezeki yang halal-halal sajalah. Dan buat Polres Madina, sikat habis! Biar kapok mafia-mafia tangki siluman ini. Gas terus, Pak Polisi! (*)

Comments
This post currently has no comments.