Baru Tiba di Madina, 17 Karyawan PT SMGP Dipulangkan

17 orang Karyawan PT.SMGP saat berada di Gedung Serba Guna usai pemeriksaan Kesehatan

Panyabungan, StArtNews-Baru tiba di Mandailing Natal, sebanyak 17 orang pekerja perusahaan panas bumi milik Geothermal yang beralamat di Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal sore ini, Senin (06/04) dipulangkan langsung oleh Anggota DPRD Mandailing Natal. Para pekerja ini dipulangkan dengan alasan agar masyarakat tidak resah karena mereka memiliki riwayat perjalanan dari daerah yang terpapar Virus Corona.

Pemulangan ini berawal dari Ketua DPRD Mandailing, Natal Erwin Efendi Lubis yang mendapat kabar akan datang 17 orang karyawan PT SMGP menuju Mandailing Natal. Ketua DPRD beserta sejumlah anggota pun bergegas menuju perbatasan guna melakukan penyetopan. Namun, tiba di pos pemeriksaan perbatasan tepatnya di Sihepeng, petugas penjagaan perbatasan mengaku bahwa mobil yang membawa pekerja PT. SMGP tersebut telah lewat tanpa melalui pemeriksaan di pos .

StArtNews yang ikut dalam rombongan ketua DPRD pun langsung bergegas menuju Kota Panyabungan. Mendapat informasi bahwa 17 orang Karyawan PT SMGP sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan di Gedung Serba Guna Aek Godang, rombongan DPRD pun langsung menuju lokasi.

Setibanya di Gedung Serba Guna, ternyata ke-17 karyawan perusahaan panas bumi itu sudah melakukan tahap pemeriksaan kesehatan.

Erwin Efendi Lubis yang didampingi Anggota DPRD lainnya pun langsung memanggil perwakilan perusahaan, tanpa ada pertemuan khusus, Ketua DPRD Erwin Efendi langsung meminta perusahaan untuk memulangkan karyawan yang baru tiba tersebut.

Pihak perusahaan tidak berkutik dan menjalankan perintah Anggota DPRD Mandailing Natal dengan menyuruh ke-17 karyawan perusahaan kembali ke bus pengangkutan mereka.

Dengan dikawal pihak Satpol PP, Bus yang mengakut 17 karyawan perusahaan panas bumi itu pun akhirnya berjalan menuju perbatasan Mandailing Natal ke Padangsidimpuan.

Erwin mengatakan, pemulangan ke-17 karyawan perusahaan PT SMGP karena Madina hendak memutus mata rantai penularan virua Corona. Meski mereka pekerja yang bukan Warga Negara Asing. Namun, riwayat perjalanan mereka  berasal dari daerah yang terpapar virus Corona seperti Jakarta, Bandung dan Tasik.

“Kalau kita mau memutus mata rantai, ya, kita harus tegas. Apalagi saat ini daerah tetangga, Padang Sidimpuam sudah naik statusnya menjadi Darurat Vurus Corona pasca kematian salah satu warganya dengan status PDP 2 hari lalu,” papar Erwin Lubis.

Ketua Partai Gerindra Madina ini berharap Pemda Madina atau tim Gugus Tugas Covid-19 Mandailing Natal memperketat perbatasan sehingga bisa terdeteksi penyebaran virus ini nantinya.

Selain itu kata Ketua DPRD Mandailing Natal, terkait anggaran, Pemda Madina tidak punya lagi alasan untuk tidak melengkapi APD petugas di lapangan dan langkah langkah konkret lainnya, karena APBD Mandailing Natal telah disepakati perubahan penjabarannya.

“Berapapun kebutuhan untuk penanganan virus ini asal sesuai dan bisa dipertanggungjawabkan, DPRD Madina akan sepakat. Bupati dipersilakan memotong anggaran setiap dinas untuk dialokasikan ke penanganan virus ini. Selain itu ada dana tanggap darurat senilai 2,5 Miliar sebagai tambahan,” jelas Ketua DPRD.

Tim Redaksi StArtNews

Editor: Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi