Begini Penjelasan Manajemen PT SMGP Terkait Insiden Paparan Gas Beracun

Begini Penjelasan Manajemen PT SMGP Terkait Insiden Paparan Gas Beracun

Panyabungan, StartNews – Manajemen PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) belum mengungkapkan secara jelas penyebab puluhan warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dilarikan ke rumah sakit akibat terpapar gas H2S yang bersumber dari aktivasi sumur V-01 pada Kamis (22/4/2024) sore.

Melalui siaran persnya, Kepala Teknik Panas Bumi (KPTB) PT SMGP Ali Sahid hanya membeberkan kronologis insiden tersebut. Menurut dia, aktivasi sumur V-01 dimulai pada pukul 11.30 WIB setelah melakukan pre-job safety meeting. Kemudian dilanjutkan dengan penyisiran perimeter aman sejauh 300 meter dari lokasi titik pembukaan.

Ali Sahid menjelskan, pembukaan dimulai dengan dibukanya katup 3 inci sebanyak 4 drat atau 20 persen dengan metode penetralisir H2S (abatement system). Semua kegiatan berlangsung di lokasi pad V yang berjarak sekitar 700 meter dari titik terdekat Desa Sibanggor Julu.

Selama kegiatan, menurut Ali Sahid, H2S termonitor 0 PPM, baik di lokasi pekerjaan Pad V maupun di sekitar perimeter aman 300 meter sampai adanya laporan bau menyengat dari masyarakat Desa Sibanggor Julu yang dibuktikan dengan alat deteksi gas H2S.

“Kegiatan ini didampingi dan disaksikan langsung oleh KTPB SMGP, kepala Desa Sibanggor Julu, dan empat personel Pamobvit di lokasi pad V,” kata Ali Said dalam keterangan persnya.

Dia menegaskan, kegiatan aktivasi segera dihentikan begitu mendengar adanya laporan bau menyengat. Kemudian, kepala desa berserta tim CDCR melakukan pemeriksaan di desa dan memberi info indikasi bau sudah tidak ada begitu mereka tiba di desa.

Saat ini, kata dia, manajemen PT SMGP masih fokus menangani masyarakat dengan mengerahkan ambulans dan kendaraan untuk menjemput masyarakat yang mengeluhkan kondisi kesehatannya untuk dibawa ke rumah sakit.

“Sementara ini kondisi di desa sudah tertangani dan operasi perusahaan tetap berjalan normal. Aparat keamanan sudah dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” ungkapnya.

Sementara Bupati Madina HM Jakfar Sukhairi Nasution membesuk warga yang diduga terpapar gas H2S di ruang IGD RSUD Panyabungan, Kamis (22/2/2024) pukul 21.30 WIB. Sukhairi memastikan pasien yang dirawat dapat ditangani dengan baik oleh petugas medis.

Sukhairi menyebut warga Desa Sibanggor Julu yang dilarikan ke RSUD Panyabungan dan RS Permata Madina saat ini sudah berjumlah 75 orang.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak dokter RSUD Panyabungan, Sukhairi mengatakan seluruh pasien yang dirawat masih bisa ditangani dengan baik.

“Saat ini pemerintah daerah beserta Pak Kapolres turun langsung ke rumah sakit untuk melihat korban yang berjumlah 75 orang. Mudah-mudahan sampai detik ini, menurut keterangan dokter, korban masih bisa ditangani dengan baik,” ujar Sukhairi.

Reporter: Fadli Mustafid

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...