menu Home chevron_right
Musik & Informasi

Blue Origin Berhasil Jalani Misi Kedua Dengan Mulus

Ade | 27 Januari 2016

7MUSIK & INFORMASI SIANG – Perusahaan kompetitor SpaceX, Blue origin, dikabarkan menjadi perusahaan pertama yang berhasil meluncurkan dan mendaratkan roketnya dengan mulus untuk kedua kalinya.

Hal ini dipastikan setelah roket dari perusahaan milik Jeff Bezos itu, New Shepard, kembali berhasil melakukan misi keduanya beberapa waktu lalu.

Mengutip informasi dari The Next Web, Selasa (26/1/2016), untuk mendukung berhasilnya misi kedua ini, Blue Origin melakukan beberapa modifikasi terhadap roket tersebut. Salah satunya adalah parasut baru yang lebih sesuai dengan bentuk roket. Dan, penyala api baru yang dilengkapi pembaruan software.

Dalam misi kedua ini, New Shepard berhasil mencapai ketinggian sekitar 300 ribu kaki atau sekitar 101,7 km. Blue Origin sendiri tidak merilis waktu penerbangan kali ini, namun diperkirakan waktu tempuh New Shepard sama dengan misi pertama, yakni sekitar 11 menit. Misi penerbangan Blue Origin sendiri pertama kali dilakukan pada November tahun lalu.

Keberhasilan Blue Origin ini jelas berbanding terbalik dengan kondisi SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, yang gagal menjalani misi serupa untuk kali kedua.

Masih di awal bulan ini, Falcon 9, ketika itu gagal mendarat setelah salah satu kaki roketnya oleh usai mendarat di sebuah landasan di laut.

Kendati sama-sama menjadi pelopor di bidang penerbangan luar angkasa dengan roket tak sekali pakai, pada dasarnya kedua perusahaan tersebut memiliki desain berbeda.

Falcon 9 dari SpaceX digunakan untuk mengirimkan kargo. Sementara, New Shepard milik Blue Origin direncanakan untuk dapat membawa manusia ke luar angkasa di masa depan.

Setelah keberhasilan misi kedua ini, Blue Origin dikabarkan masih akan melakukan uji coba terus menerus sepanjang tahun ini. Tak hanya itu, perusahaan juga berencana untuk melakukan uji coba mesin roket besutannya, yakni BE-4.

Sumber : Liputam6.com

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play