Coffee Morning bersama Wartawan, Kapolres Bahas Isu Daerah

Panyabungan Utara, StArtNews-Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Horas Tua Silalahi menggelar Coffe Morning bersama kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan sejumlah wartawan yang melalakukan tugas jurnalistik di halaman Markas Besar Polres Madina, Selasa (2/3).

Dalam giat ini, Kapolres banyak berdiskusi terkait isu-isu yang menonjol di Madina. Inseden malapetaka yang menewaskan 5 warga Desa Sibanggor Julu pada 25 Januari lalu menjadi satu topik diskusi.

Kapolres mengatakan pembukaan kembali aktivitas PT SMGP secara terbatas harus disikapi dengan bijaksana dan menjadi sutau pebelajaran bagi perusahaan, baik dari sisi pengaman dan keselamatan warga sekitar.

Horastua menyebutkan, untuk saat ini polisi (Poldasu) masih terus bekerja dalam melakukan penyelidikan peristiwa yang memakan korban jiwa tersebut.

“Tentang peristiwa itu sekarang sudah dalam penaganan oleh Polda dan hingga sekarang masih bekerja dalam melakukan penyelidiaknnya,” kata Horas.

Selain itu, Horastua juga mengangkat kasus pelecehan Musthafawiyah Purba Baru. Horastua menjelaskan, kasus tersebut sudah dalam penanganan Polda Sumut dan tim siber saat ini masih terus memantau perkembangan akun Facebook atas nama Risky Hardiyansah.

“Siber kan adanya di Polda dan masih terus melakukan penyelidikan kepada pelaku, kalau kita (Polres Madina-red) belum ada, sebenarnya masalah pelecehanan ponpses ini tanpa dilaporkan, tim sudah bekerja karena ini sudah menyangkut agama yang akan bisa bisa menjadi konfilik,” jelas Kapolres.

Kemudian, kasus kerusuhan Mompang Julu yang terjadi pada akhir Juni tahun lalu kembali mencuat. Aktor intelektual kerusuhan tersebut, tegas Kapolres, masih buron dan tanpa perintah pun jajaran kepolisian bisa menangkap pelaku untuk diproses secara hukum.

Kebakaran lahan gambut yang terjadi di Pesisir Pantai Barat tak luput dari perbincangan. Saat ini ada 24 titik api aktif di kawasan tersebut. Sebagai tindakan awal, pihak kepolisian bersama pemerintah daerah dan perusahaan sudah melakukan koordinasi untuk menangani hal tersebut.

Horas mengatakan, ke depan ia berenacana membuat posko di lahan rawan terjadinya kebakaran. Kemudian akan menyebarkan surat larangan bagi warga melakukan pembakaran di titik lokasi yang akan ditetapkan.

Terakhir, kegiatan pertambangan di wiliyah Kecamatan Batang Natal, kepolisian dan pemerintah daerah terus melakukan koordinasi untuk tindakan yang akan dibuat ke depannya. Bahkan, jelas Kapolres, sudah dua kali dilakukan rapat bersama Forkopimnada Madina terkait penganan hal ini.

Ketua PWI Madina, Ridwan Lubis mengucapkan, terima kasih atas waktu yang diberikan Kapolres. Ia menegaskan, giat ini adalah implementasi dari pentingnya peran Polres Madina sebagai mitra kerja jurnalistik dalam peliputan di daerah Madina.

Reporter: Hasmar Lubis

Editor: Roy Adam

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi