FPM Gelar Tribute to Jenderal Nasution

Panyabungan, StArtNews-Forum Penulis Mandailing Natal (FPM) menggelar kegiatan Tribute to Jenderal Nasution di Laboratorium Seni SMAN 2 Plus Panyabungan, Minggu (20/12).

Acara yang digagas FPM bekerja sama dengan Sanggar Tano Sere yang disponsori Balai TNBG Madina dan Radio StArt FM Panyabungan ini digelar dalam rangka peringatan hari lahir, tokoh Nasional asal Madina, Jenderal Besar Abdul Haris Nasution.

Pembina FPM, Askolani Nasution dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada SMAN 2 dan TNBG karena telah mendorong terwujudnya acara di tengah tidak adanya apresiasi terhadap seni.

Pria yang dikenal sebagai budayawan ini menambahkan Pemerintah Mandailing Natal terkesan abai terhadap tokoh-tokoh besar yang lahir di Mandailing Natal ini. Selain Jenderal Nasution, Willem Iskander pun tidak mendapat apresiasi yang sepantasnya. Padahal di Den Hag, Belanda hari ulang tahun Willem Iskander dirayakan dalam skala besar.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Plus Panyabungan mengatakan seni di Mandailing Natal perlu dorongan agar terus berkembang. Tidak akan ada yang peduli dengan seni atau sejarah Mandailing kalau bukan warga Madina, terlebih kaum muda.

Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti teatrikal Jenderal Nasution, refleksi perjalanan hidup dan perjuangan AH Nasution, karnaval puisi, kreasi tari, vocal grup dan drama “Manjait Mandera”.

Kepala Balai TNBG Madina yang diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Bobby Nopandry Ougan berujar TNBG tidak hanya mendukung persoalan taman nasional semata tetapi juga sumber daya manusia di wilayah kerja, terlebih desa-desa yang menjadi penyangga TNBG dan acara ini merupakan bagian dari penguatan karakter manusia di Madina.

Bobby mengatakan karakter Jenderal Nasution harus menjadi contoh bagi manusia Indonesia. Sosok yang penuh tanggung jawab, punya sifat patriotik yang luar biasa dan disiplin.

Sebagai perwakilan dari masyarakat Hutapungkut, Kepala Desa Hutapungkut Jae mengucapkan terima kasih atas giat ini. Menurutnya, hal seperti ini sangat penting untuk mengingat dan meneladani jejak tokoh dari Madina.

Ia mengungkapkan, Mandailing Natal melahirkan banyak tokoh besar. Bukan hanya di militer, tapi juga jurnalis dan pendidikan. Namun, tidak begitu mendapat apresiasi dari masyarakat.

Reporter: Roy Adam
Editor: Tim Redaksi StArtNews

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi