Gegara Perayaan HUT RI, Warga dan Lurah Saling Tuding dan Bantah


Foto: Lurah Dalan Lidang, Ahmad Dahri
Mandailing Natal, StartNews-Warga Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina,) merasa geram terhadap oknum kelurahan yang sudah mengutip dana dari warga, tapi acara malah tidak jadi.
Hal ini disampaikan Jefri Ahmad salah seorang warga yang merasa keberatan atas tindakan oknum kelurahan tersebut pada StartNews di Panyabungan, Senin lalu (26/08/19).
Mereka merasa ditokohi pasalnya, acara perayaan HUT ke-74 RI urung terlaksana di Dalan Lidang. Padahal oknum kelurahan sudah mengutip dana dari seluruh warga bahkan melayangkan proposal ke beberapa tempat di daerah Dalan Lidang.
“Di saat menjelang 17 Agustus lalu staf kelurahan mengutip uang dari seluruh warga Dalan Lidang dan melayangkan beberapa proposal ke tempat yang layak,”katanya.
Ia melanjutkan, meskipun kutipan itu diberikan secara suka rela, tapi karena kegiatan urung dilaksanakan warga meminta kembali. Namun, Lurah menyebutkan kalau uangnya sudah taka ada.
“Kami juga galang dana yang rencananya akan digabungkan dengan kutipan oknum Lurah tersebut agar perayaan 17-an bisa terlaksana. Lurah malah tidak mau kasih. Alasannya sudah dibelanjakan ke bendera,” ujarnya.
Sementara Lurah Dalan Lidang, Ahmad Dahri Nasution SH, didampingi Ketua RT 02 Dalan Lidang, Syafii saat dijumpai di ruang kerjanya membantah pernyataan masyarakat tersebut.
Dia mengatakan, memang benar pihaknya mengutip dana dari warga yang diprioritaskan untuk acara perayaan HUT ke-74 RI.
Acara kegiatan HUTRI dilaksanakan di daerah Danau Siombun dengan menggelar beberapa acara untuk kemeriahan HUTRI.
“Jadi kemungkinan sebagaian warga tidak mengatahui tempat acara tersebut digelar. Namun, sebelumnya saya sudah mengatakan kepada kepala lingkungan masing-masing begitu juga ke warga saat berada di warung,” ujar Dahri.
“Pada acara pun digelar kegiatan seperti panjat pinang untuk dewasa dan anak anak, lomba makan kerupuk, tarik tambang, lomba lari, dan lomba melukis untuk anak,” katanya.
Lurah juga menyebutkan, dana yang diperuntukkan bagi perayaan HUTRI dari Pemerintah Kabupaten Madina tidak ada.
“Jadi hasil rapat bersama dengan warga dan kepala lingkungan dikutip dana perayaan 17-an dari warga dengan seikhlasnya,” sebut Dahri.
Reporter: Hasmar Lubis
Editor: Hanapi Lubis