menu Home chevron_right
Musik & Informasi

Jelang Pemilu, Myanmar Rekrut 40.000 Sipil Jadi Polisi

Ade | 29 Oktober 2015

Jelang Pemilu, Myanmar Rekrut 40.000 Sipil Jadi PolisiPemilu Myanmar akan berlangsung pada 8 November 2015. Menghadapi pemilu, Kepolisian merekrut 40.000 warga sipil menjadi anggotanya untuk mengawal pelaksanaan pemilu di seluruh negeri. Mereka yang akan direktur adalah mantan personel polisi dan para pekerja konstruksi.

“Kami tidak memberi mereka senjata karena orang mungkin merasa terancam,” kata Jenderal Kyi Soe, seorang pejabat Polisi Myanmar Force sebagaimana dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu 28 Oktober 2015.

Soe menyebut polisi dadakan hanya akan diperkerjakan selama sebulan. Mereka dilatih menghadapi kondisi-kondisi darurat di TPS. “Ketika polisi dan tentara dikerahkan di TPS, orang-orang mungkin salah paham. Itu sebabnya kami merekrut warga sipil biasa sebagai polisi khusus untuk keamanan.”

Para petugas polisi khusus akan dibayar sekitar US $ 1 per hari dan akan menerima sekitar US $ 120 setelah satu bulan bekerja. Beberapa warga yang bergabung mengatakan mereka menggunakan ini sebagai batu loncatan untuk bergabung dengan kepolisian secara permanen.

“Saya tertarik dengan pekerjaan sebagai seorang polisi dan saya ingin membantu orang,” kata Yan Naing Shin, seorang warga yang masuk menjadi polisi khusus di Mandalay. “Saya ingin mengalami menjadi seorang perwira polisi dalam satu bulan ini, saya ingin membantu menjaga perdamaian.”

Sementara seorang pensiunan tentara menyatakan antusias dan bersemangat dengan jabatan sementaranya.

“Orang-orang berpikir saya sudah tua. Saya seorang pensiunan tentara, saya yakin saya bisa bekerja dengan baik sebagai polisi khusus,” kata Ye Lwin.

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play