menu Home chevron_right
Musik & Informasi

Ketimbang Blokir Google & YouTube, Ini yang Perlu Dilakukan Pemerintah

Ade | 15 Juni 2016

MUSIK INFORMASI – Grup musik RAN yang digawangi Rayi, Asta dan Nino percaya bahwa masih ada cara lain untuk mengontrol konten tidak pantas di internet dibanding pemerintah harus memblokir Google dan YouTube seperti permintaan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.

Melalui wawancara eksklusif dengan Okezone, Rayi mengatakan bahwa pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan penyuluhan pada masyarakat mengenai penggunaan atau pemanfaatan positif internet. Ini karena pemblokiran Google dan YouTube akan berdampak negatif pada masyarakat yang sudah melekat dengan dua produk perusahaan Mountain View tersebut.

“Gue rasa pemerintah harus lebih kasih perhatian untuk memberikan penyuluhan pada masyarakat, dari sekolah-sekolah atau kampus sehingga kita bisa memanfaatkan internet untuk hal-hal yang positif. Misalnya bikin iklan layanan masyarakat di TV biar orang tahu bagaimana menggunakan internet secara positif,” terang Rayi.

Selain itu, Asta dan Nino juga mengamini keterangan Rayi bahwa YouTube merupakan salah satu cara sederhana untuk mendistribusikan karya mereka. “Sekarang itu nggak banyak lagi program televisi yang memutar video klip, salah satu caranya paling kalau enggak radio ya YouTube. Kalau enggak ada YouTube, berarti kita harus balik lagi ke radio, dan orang harus nungguin sebuah lagu lagi untuk dengar lagu mereka,” ujarnya.

Nino juga menjelaskan bahwa YouTube justru membantu musisi dan creator video lainnya untuk mendapatkan royalti di tengah isu pembajakan di Tanah Air. “Kayaknya tanpa kita upload video ke YouTube pun, pembajakan itu pasti ada deh. Justru kita bisa dimudahkan kalau pakai YouTube,” tutup dia.

Sekadar informasi, ICMI melalui Sekjen Jafar Hafsah mendesak pemerintah untuk menutup dua layanan asing itu di Indonesia karena keduanya dinilai tidak mengontrol konten mereka. Dikhawatirkan remaja dan anak di Indonesia mendapatkan dampak buruk dari konten pornografi dan kekerasan.

Sumber : Okezone.Com

                                                                                                                                                                                                  Media START 102.6 FM

                                                                                                                            Admin Wiesite : Musly Joss Start 

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play