Kinerja Pansus Lamban, Ketua Fokrat: Panggil Kapolres dan Bupati

Foto: Ketua Fokrat Madina, Aswardi Nasution.

Panyabungan, StArtNews-Pembentukan Pansus tragedi PT SMGP yang menewaskan 5 warga Desa Sibanggor Julu melalui rapat paripuna DPRD Mandailing Natal (Madina) pada 23 Februari lalu mendapat apresiasi masyarakat. Pansus diharapkan bisa menghadirkan jawaban atas berbagai perntanyaan yang muncul di benak masyarakat.

Namun, lebih satu minggu usai pembentukan, kinerja pansus belum terlihat dan terkesan lamban. Padahal seharusnya hal ini menjadi prioritas mengingat Kementerian ESDM telah menyatakan ada kelalaian pengembang dan praktik mal operasiona serta pelanggaran berat SOP.

Hal itu disampaikan Ketua Fokrat Madina, Aswardi Nasution, Senin (1/3) malam usai mengikuti diskusi “Penegakan Supremasi Hukum PT SMGP: Antara Cita dan Fakta” di Hotel Mariring, Panyabungan.

Aswardi menilai masyarakat masih yakin pansus akan bekerja maksimal, profesional dan transparan. Namun, ia meminta masyarakat untuk terus mengawal kinerja pansus.

“Saya pikir publik masih hakkul yakin bahwa Pansus akan bekerja secara profesional dan transparan. Publik juga akan mengkritisi, mengawal dan menunggu gebrakan spektakuler dari Pansus,” katanya.

Sebagai langkah awal dalam pandangan Aswardi, Pansus harus memanggil Kapolres Madina, AKBP Horastua Silalahi untuk mempertanyakan proses hukum yang terkesan lamban dan perkembangan penyidikan kasus yang mengakibatkan 52 orang terpaksa dirawat intensif, termasuk personel kepolisian.

“Seharusnya, analisis kita udah ada rilis daftar tersangka. Ada apa ini? Ini menyangkut nyawa manusia loh, bukan nyawa binatang,” ujar Aswardi.

Selain itu, ia juga meminta Pansus untuk memanggil Bupati Madina, Drs. Dahlan Hasan Nasution terkait konsiostensi dam komitmen pemerintah dalam membela kepentingan masyarakat. Terlebih sebelumnya PT SMGP telah menolak mentah-mentah tim yang dikirim oleh Pemkab Madina untuk mengecek lokasi kejadian.

Ia melanjutkan, tetapi belakangan Bupati justru menuduh rakyat bertindak sebagai provokator. Bahkan, sebutnya, Bupati menyampaikan masyarakat Madina berharap PT SMGP segera kembali beroperasi.

“Statement Bupati mengecam keras PT SMGP awalnya akrobatik memukau publik. Bahkan Bupati sendiri mengatakan PT SMGP telah menolak mentah-mentah kedatangan Pemkab Madina untuk meninjau dan menindaklanjuti aspirasi warga. Kita akan tetap mendukung statement Bupati untuk segera mempidanakan PT SMGP yang tak manusiawi ini,” tegas Aswardi.

Diskusi ini dihadiri oleh beberapa pimpinan organisasi, yakni Direktur Eksekur Madina Insitute, Al Hasan Nasution; Ketua PC GMPI, M. Irwansyah Lubis; Sekretaris DPD KNPI Madina, Khairil Amri; Ketua Umum DPP IMMAN, Hapsin Nasution; Ketua JAM NU, Samsul Hidayat Borotan; Ketua LSM Fokrat, Aswardi Nasution; Ketua PC Lingkar Muda Madani, M. Sahnan Siregar; Ketua Presidium Almandily, Abdul Wahab Dalimunthe; Ketua LSM Concent, Dahler Lubis; Ketua Mandailing Natal Foundation, Hardiansyah Pakpahan; Ketua KLH, Samhur Hasibuan; Ketua MP3, M. Yahya Rangkuti; Ketua LSM Forensik, M. Taufik Daulay dan Sekretaris PC GPK, Rizky Agustinhar beserta sejumlah aktivis muda lainnya.

Reporter/Editor: Roy Adam

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi