Kisah Sahabat Nabi yang Jari-jarinya Memancarkan Cahaya
Mozaik Islam – Seorang sahabat Nabi ï·º Hamzah bin ‘Amr berkata: “Kami bersama Nabi ï·º dalam sebuah perjalanan. Kemudian kami berpisah di malam yang sangat gelap. Tiba-tiba jari-jari saya bersinar sehingga mereka bisa berkumpul kembali dan mengambil barang-barang yang jatuh. Memang, jari-jari saya memancarkan cahaya.â€
Kisah sahabat Nabi ini dikutip dalam beberapa kitab. Di antaranya adalah Imam al-Bukhari (w. 256 H) dalam al-Tarikh al-Kabir. Beliau mengutip sanad sebagai berikut:
Ahmad Bin Hajjaj berkata: Sufyan bin Hamzah telah memberitahu kami, dia meriwayatkan dari Kathir bin Zaid dari Muhammad bin Hamzah al-Aslami dari ayahnya. Hamzah berkata: Kami bersama Rasulullah ï·º dalam perjalanan…â€
Dalam riwayat lain merinci peristiwa yang terjadi tak lama setelah Perang Tabuk. Diriwayatkan oleh Ibn Sa’ad dalam al-Tabaqat al-Kubra. Dia mengutip sanad dan lafadz sebagai berikut:
“Muhammad bin Umar berkata: Hamzah bin ‘Amr berkata: Ketika kami berada di Tabuk, orang-orang munafik menyebabkan unta Nabi Muhammad SAW melarikan diri saat berada di Aqabah hingga sebagian kebutuhannya jatuh.
Hamzah berkata: Kemudian ada cahaya di lima jariku dan menerangi daerah itu sampai aku mulai mengumpulkan apa yang jatuh dari unta Baginda berupa pemberian, barang dan sejenisnya.â€
Kisah ini dikutip dan diriwayatkan dalam beberapa kitab. Di antaranya adalah Imam al-Bukhari dalam al-Tarikh al-Kabir, Imam al-Tabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir, Imam al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwwah wa Ma’rifat Ahwal Sohib al-Syari’ah, Ibn ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyq, Ibn Kathir dalam al-Bidayah wa al-Nihayah dan Ibn Sa’ad dalam al-Tabaqat al-Kubra. Semuanya diriwayatkan melalui riwayat Katsir bin Zaid.*
Sumber: Hidayatullah.com

Comments
This post currently has no comments.