Lahan Pertanian Terendam Masyarakat Petani Dambakan Bantuan Pemerintah

Panyabungan.StArtNews-Terendamnya ribuan hektar lahan pertanian masyarakat di Kecamatan Siabu akibat meluapnya sungai batang angkola yang melintas di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal mengakibatkan banyak para petani mengalami gagal panen yang berujung kepada kerugian mendalam yang dialami oleh masyarakat petani di wilayah tersebut.

Masyarakat petani di wilayah tersebut sangat mengharapkan bantuan dari Pemkab Mandailing Natal sehingga pada musim tanam yang akan datang masyarakat dapat kembali mengusahai lahan pertanian mereka.

“Kita sangat mengaharapkan adanya bantuan dari pemerintah, sehingga pada musim tanam yang akan datang ini kita kembali dapat menanami lahan persawahan kita, karena terus terang untuk bibit padi pada musim tanam yang akan datang ini sekarang kita sudah kebingungan untuk mendapatkannya,” ujar Mangaraja salah seorang petani di Desa Huraba Kecamatan Siabu diamini oleh sejumlah petani lainnya, Selasa (10/1).

Mangaraja mengatakan, untuk mendapatkan hasil dari lahan pertanian sudah sangat tipis, karena dalam musim tanam kali ini sejak padi ditanam hingga sekarang ini terus digenangi oleh air, sehingga mengalami gagal panen dalam musim panen kali ini.

“Yang jelas kita sudah merugi total, karena tidak ada lagi padi yang kita harapkan dari areal persawahan kita, apalagi dalam beberapa bulan terakhir ini debit air sangat besar dari seperti biasanya,” keluhnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh petani lainnya, akibat dari tergenangnya lahan pertanian mereka para petani di wilayah tersebut mengalami kerugian yang sangat besar, sehingga sangat membutuhkan uluran tangan sehingga para petani yang mengalami gagal panen dapat kembali menanami lahan pertanian mereka.

“Jangankan untuk membeli bibit padi pada musim tanam yang akan datang ini, untuk makan saja kita sudah sangat kebingungan karena padi yang kita harapkan sudah tidak ada lagi akibat terendam oleh air,” keluh mereka.

Ketika disinggung tentang apakah para petani di wilayah tersebut sudah mempunyai asuransi pertaniannya mereka mengatakan bahwa lahan pertanian mereka tidak mempunyai asuransi, karena mereka tidak mengetahi bagaimana untuk mendaftarkannya.

“Areal pertanian kita tidak ada asuransinya, karena kita tidak mengerti mengenai bagaimana mengasuransikan lahan pertanian kita, lagi pula bagaimana kita mengasuransikannya sementara untuk makan saja kita pas-pasan,” keluh mereka.

Reporter : Z Ray

Editor : Hendra Ray

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi