Pasar Tapanuli
PASAR tradisional yang baru dibangun pemerintah di bekas lahan Bioskop Tapanuli, Kelurahan Kayujati, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), belakangan menjadi sorotan publik. Sejak dioperasikan beberapa bulan lalu, pasar yang dibangun untuk tempat relokasi para pedagang sayur dan kue-kue basah di Jalan Lingkar Pasar Lama Panyabungan ini tak menuai harapan positif para pedagang.
Banyak pedagang yang enggan pindah dan tetap bertahan di Pasar Lama membuat aktivitas jual-beli di Pasar Tapanuli relatif sepi. Akibatnya, pedagang yang menempati los di pasar itu mengeluh. Barang dagangan mereka busuk karena tidak ada pembeli. Akibatnya, mereka meninggalkan pasar itu dan kembali membuka lapak di Pasar Lama Panyabungan.
Walau begitu, pemerintah daerah tetap berupaya membujuk pedagang agar kembali menempati los yang disediakan di Pasar Tapanuli. Bahkan, pemerintah daerah merangsang minat pedagang agar kembali ke Pasar Tapanuli dengan menggratiskan sewa los hingga Desember 2025.
Apakah upaya ini akan berhasil? Kita belum tahu. Sebab, tawaran itu baru disampaikan Bupati Madina H. Saipullah Nasution kepada para pedagang pada Jumat (26/9/2025) lalu. Jika stimulus itu gagal, alangkah baiknya pemerintah daerah mulai memikirkan alih-fungsi pasar itu agar tetap bermanfaat untuk perputaran ekonomi lokal.
Dari sekian banyak gagasan, mengalihkan fungsi Pasar Tapanuli menjadi pusat kuliner malam mungkin lebih prospektif pada masa mendatang. Transformasi tersebut dapat memanfaatkan potensi yang ada, terutama dengan memperhatikan keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Panyabungan.
Banyak pelaku usaha lokal yang punya keahlian menyajikan kuliner khas yang menarik. Sehingga, pusat kuliner malam ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan daya tarik bagi pengunjung. Ini tidak hanya menghidupkan Pasar Tapanuli, tetapi juga berperan dalam menggerakkan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja dan mendukung keberlanjutan UMKM. Oleh karena itu, konsep foodcourt yang terintegrasi dalam pasar ini dapat menjadi langkah strategis untuk mewujudkan tujuan itu.
Memanfaatkan Pasar Tapanuli menjadi pusat kuliner malam diharapkan akan menghadirkan berbagai keuntungan dari segi ekonomi maupun sosial. Di antaranya, memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk kuliner mereka.
Keberadaan pusat kuliner malam itu dinilai dapat merangsang perekonomian lokal. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang menikmati berbagai jajanan malam, akan memacu perputaran uang yang lebih cepat. Tentunya, ini akan berimplikasi langsung pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pengembangan pusat kuliner malam juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dalam sektor kuliner.
Dari aspek sosial dan budaya, pusat kuliner malam ini berpotensi meningkatkan interaksi antar-komunitas. Dengan menampilkan berbagai makanan khas dan inovatif dari beragam latar belakang budaya, masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai keragaman kuliner daerah. Keberadaan tempat berkumpul yang nyaman dan unik ini akan memperkuat rasa komunitas dan solidaritas di antara pengunjung.
Dengan demikian, pengalihan fungsi Pasar Tapanuli menjadi pusat kuliner malam bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkaya kehidupan sosial dan budaya masyarakat Panyabungan.
Konsep foodcourt sebagai model pusat kuliner malam di Pasar Tapanuli menjadi pilihan utama, karena mampu menawarkan variasi kuliner yang menarik dalam satu lokasi. Dengan desain yang menarik, tata letak foodcourt dapat memfasilitasi pengalaman gastronomi yang menyenangkan bagi pengunjung. Pengaturan meja dan kursi yang terorganisir akan memungkinkan para pengunjung untuk menikmati makanan dalam suasana nyaman dan bersosialisasi dengan baik.
Berbagai jenis kuliner yang ditawarkan di pusat kuliner malam ini akan menciptakan daya tarik bagi berbagai kalangan masyarakat.
Selain itu, aspek kebersihan, kenyamanan, dan keamanan menjadi prioritas utama dalam implementasi foodcourt ini. Penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai seperti tempat cuci tangan dan pengelolaan sampah yang baik dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kebersihan akan berkontribusi pada pengalaman makan yang menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan pengunjung terhadap keamanan makanan yang disajikan.
Pemerintah daerah memainkan peran krusial dalam mewujudkan gagasan transformasi Pasar Tapanuli sebagai pusat kuliner malam. Dukungan ini tidak hanya meliputi regulasi dan kebijakan yang mendukung, tetapi juga inklusi pelaku UMKM dalam ekosistem yang akan dibangun.
Keterlibatan UMKM dalam pengoperasian pusat kuliner malam dinilai penting, mengingat sebagian besar pedagang di pasar tradisional adalah pelaku usaha ini. Mereka perlu mendapatkan insentif yang memadai agar dapat beradaptasi dengan konsep foodcourt, yang menuntut standar pelayanan dan produk yang lebih baik.
Dalam upaya ini, pemerintah daerah dapat mengembangkan kebijakan yang memberikan fasilitas dan pelatihan bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan daya saing pelaku usaha, tetapi juga menarik lebih banyak pengunjung ke pasar.
Selain itu, penting bagi pemerintah untuk menjalin kolaborasi yang erat dengan masyarakat, termasuk mendengarkan aspirasi dan masukan dari mereka yang akan terdampak oleh perubahan fungsi pasar ini. Komunikasi yang baik akan memastikan bahwa semua pihak merasa terlibat dan mendukung inisiatif ini. (*)
Penulis: Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

Comments
This post currently has no comments.