menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Pelaksaan MTQN & Festival Seni Nasyid di Kotanopan Akhir Bulan Februari

Ade | 22 Februari 2016

START NEWS – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional dan Festival Seni Nasyid (MTQN & FSN)  Ke XV Tingkat Kecamatan Kotanopan Kab. Mandailing Natal dilaksanakan akhir bulan Februari, yaitu tanggal 29 Februari sampai dengan tanggal 06 Maret 2016.

Hal itu disampaikan Camat Kotanopan H. Syafril Nasution, SH di dampingi Ketua Panitia Lokot Husda Lubis, S. Ag,  Ketua Forum Jurnalistik Mandailing Julu, Munir Lubis dan Lurah Pasar Kotanopan Salamuddin Nasution,  kepada Wartawan, Senin (22/2) di Kotanopan.

Dikatakannya, kegiatan MTQN ini akan dirangkaikan dengan Festival Seni Nasyid dengan mengambil tempat di lapangan Terminal Pasar Kotanopan. Pelaksanaanya cukup lama, yiatu 7 hari 7 malam, mengingat banyaknya peserta dan even kegiatan yang di tampilkan. Saat ini Panitia sedang mempersiapkan segala sesuatunya  agar pelaksanaan MTQN & FSN ini berjalan dengan lancar.

 “Untuk pembukaan dilaksanakan Senin malam tanggal 29 Februari 2016. Sore harinya kita laksanakan pawai Ta’aruf yang melibatkan semua peserta, Kepala Desa, Sekdes dan sekolah-sekolah di Kotanopan. Kita berharap saat pembukaan nanti di hadiri  Bupati Madina Drs. Dahlan Hasan Nasution.  Kita berharap dukungan penuh dari semua warga  dan Muspika Kotanopan dan Muspida Madina agar acara ini berjalan dengan baik,” ujar Camat Kotanopan.

Sedangkan Ketua Panitia MTQN & FSN tahun 2016 ini Lokot Husda Lubis, S. Ag mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan pelaksanaan acara ini.  “Kita sedang mempersiapkan acara ini, di samping kebutuhan dana yang cukup besar mencapai RP. 100 juta, kita juga sedang memfinalkan  jumlah peserta dari desa-desa di kecamatan Kotanopan,” ucapnya.

Dikatakannya, ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu acara ini, mulai dari pendanaan sampai kepada persiapan acara.  Kita berharap adanya dukungan penuh dari semua warga Kotanopan. Sedangkan jumlah peserta dari semua even kegiatan diperkirakan 500 orang.

Kontributor ( Lokot H.Lubis )

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play