menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Pembersihan Material Longsor di Jalan Simpang Tolang Terus Dilakukan

Ade | 13 November 2018

Kotanopan, StArtNews- Pembersihan material longsor di  jalan menuju Simpang Tolang Julu Kecamatan Kotanopan Kab. Mandailing Natal terus dilakukan. Alat berat milik Pemkab Mandailing Natal sedang bekerja di jalur ini mulai tadi malam.

Informasi yang dihimpun StArtNews, Selasa (13/11) mengatakan, jalan ini sempat putus 5 hari dikarenakan material longsor yang menimpa badan jalan cukup banyak. Longsor ini terjadi Rabu malam lalu dan baru tadi malam alat berat diturunkan Pemkab Madina. Informasinya, keterlambatan alat berat ini disebabkan hampir bersamaan di seluruh jalan di Madina tertimpa longsor.

Saat ini, jalur ini hanya dapat dilalui sepeda motor. Itupun harus ekstra hati-hati. Sebab,  selain banyaknya material longsor, di bagian bawah badan jalan terdapat jurang yang dalam. Panjang longsor ini mencapai 60 meter dengan ketinggian 3 meter.

Sebelum alat berat ini diturunkan, warga sekitar sudah melakukan gotong royong untuk pembersihan material longsor, namun mengingat banyaknya material tanah yang jatuh,  usaha yang dilakukan warga tidak berhasil. Selama 5 hari warga terpaksa berjalan kaki melewati longsor ini.

Kepala Desa Simpang Tolang Julu, Amiruddin yang dihubungi di lokasi membenarkan alat berat dari Pemkab Madina sedang melakukan pembersihan material longsor. Pihaknya berharap, material longsor ini secepatnya bisa diangkat agar jalur ke desa ini bisa lancar seperti biasanya.

Dikatakannya, selama 5 hari ini bukan saja akses ke Simpang  Tolang Julu yang tertutup, tapi juga desa-desa yang dilewati jalur ini, misalnya desa Hutapuli, Sibio-Bio, Ujung Marisi, Pagar Gunung dan Batahan juga terkena imbasnya.

“Sudah 5 hari lebih jalur ini tidak bisa dilewati kendaraan.  Kita sudah melaporkan bencana ke Pemkab Madina usai kejadian, namun mengingat hampir semua jalan di Madina mengalami longsor, makanya alat berat belakangan datang kemari” ujar Amiruddin.

Sedangkan Camat Kotanopan melalui Sekcam Pamilu Daulay, S.Sos yang dihubungi mengatakan hal yang sama. “Mulai tadi malam alat berat sudah berada di lokasi.  Keterlambatan ini disebabkan hampir semuan jalan di Madina mengalami longsor, jadi semua alat berat di pakai ” ujarnya.

Reporter : Lokot Husda

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play