Pemkab Madina Didesak Bangun Jembatan – Laru Tambangan

Tambangan.StArtNews-Pemerintah Kab. Mandailing Natal didesak agar segera membangun jembatan permanen penghubung Laru-Tambangan. Pasalnya, titi gantung alternatif yang ada saat ini sudah tidak memadai.

Selain itu, warga 7 desa seberang Batang Gadis yang mempergunakan titi gantung alternatif ini juga kesulitan membawa hasil panennya ke Ibu Kota Kecamatan. Bukan itu saja, pasca-jatuhnya jembatan Bally ini 9 bulan lalu, pembangunan jembatan ini sampai sekarang menurut masyarakat juga belum jelas.

Padahal, keberadaan jembatan permanen ini sangat penting bagi warga. Selama ini, jembatan tersebut menjadi satu-satunya alternatif penghubung antara 7 desa seberang Batang Gadis dengan Laru sebagai Ibu Kota Kecamatan. Ke tujuh desa itu adalah Tambangan Jae, Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao-Rao Dolok, Rao-Rao Lombang, Panjaringan dan Simangambat.

Setiap harinya titi gantung ini dilalui ratusan pelajar yang sekolah di SLTP atau SLTA di wilayah Laru. Sebagian di antara mereka ada yang diantar orangtuanya menggunakan sepeda motor, sedangkan sebagian lagi berjalan kaki.

Pulnang Rangkuti, salah seorang warga Tambangan Jae mengatakan, sebenarnya kondisi titi gantung alternatif ini sudah tidak layak untuk dilewati. Mereka mendesak pemerintah agar segera membangun jembatan ini menjadi permanen. Sebab, warga sudah cukup lama menderita karena hanya ada titi gantung ini.

“Warga sudah cukup lama menderita, hasil alam tidak bisa dibawa ke Ibu Kota kecamatan. Akibatnya harga-harga hasil pertanian menjadi murah. Karet misalnya, beda harganya bisa mencapai Rp. 2000 dibanding harga di Pasar Laru”, ujarnya.

Pantauan StArtnews, Kamis (15/8), sebagian kayu dan papan penahan titi gantung ini sudah patah, sehingga menyebabkan goyangan cukup kuat kalau dilewati. Begitu juga dengan kawat pembatas sudah banyak yang rusak. Selain itu, kenderaan yang lewat di sini harus antre dengan satu arah. Sebagian pengguna sepeda motor harus menurunkan orang yang membonceng karena takut jatuh ke sungai.

Sebaimana diberitakan sebelumnya, bulan November 2018 lalu, jembatan Bally yang menghubungkan Laru-Tambangan ini hanyut disebabkan arus sungai Batang Gadis meluap. Arus sungai juga menghanyutkan rangka jembatan baja yang sedang dibangun di samping jembatan Bally. Hanyutnya jembatan ini menyebabkan hubungan ke tujuh desa di seberang Batang Gadis saat itu putus total.

Bersamaan dengan itu, rangka jembatan baja yang sedang dikerjakan CV. Andalas Raya juga hanyut. Kedua jembatan ini dibawa arus sungai sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Setelah itu, dibangunlah titi gantung alternatif agar warga bisa ewat menuju Ibu Kota kecamatan.

Reporter : Lokot Husda Lubis

Editor : Hanapi Lubis

 

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...