Pentingnya Vaksin MR Bagi Anak

dr.Yulida Herni Lubis, Kepala Puskesmas Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal

Panyabungan, StArtNews– Kasus yang baru-baru ini terjadi kepada dua anak kakak beradik yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) teridap gejala penyakit Difteri membuat Dinas Kesehatan terus melakukan sosialisasi pada warga akan pentingnya Vaksin MR (Measles Rubella). Vaksin ini sangat buat anak-anak.

Seperti dijelaskan dr. Yulida Herni Lubis Kepala Puskesmas Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan pada StArtNews, Rabu (18/12), Vaksin Measles Rubella adalah jenis imunisasi yang berfungsi melindungi tubuh dari dua penyakit sekaligus. Vaksin ini wajib diberikan pada anak agar terhindar dari dua penyakit itu.

Diterangkannya, pentingnya bagi orang tua untuk merelakan anaknya mengikuti imunisasi sejak anak berusia kurang dari setahun, termasuk mengikuti Vaksin MR yang biasa disebut vaksin campak.

Yulida mencontohkan, dua bocah yang terserang penyakit Difteri warga Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan kemaren salah satu contoh akibat tidak adanya vaksin MR.

“Jadi riwayat Fatima Azrah yang yang pertama kali terduga terinfeksi Difteri, kita tanya kepada ibunya sama sekali tidak pernah membawa imunisasi ke posyandu sejak berumur kurang dari 2 tahun hingga saat ini. Lain lagi kepada kakaknya, ibunya mengatakan Aira Safina pernah imunisasi namun tidak lengkap karena Aira lahir di luar Mans,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Panyabungan Jae ini menyarankan agar para ibu bertanya langsung kepada pihak Puskemas agar para ibu tahu manfaat imunisasi sebenarnya kepada anak.

Dijelaskan Kepala Puskesmas ini, cakupan imunisasi lengkap dasar dari wilayah kerja Puskesmas Panyabungan Jae di tahun 2019, hanya mencapai 62% dari target nasional 100% baiknya 95% oleh Pemerintah.

“Berarti 40% lagi anak yang kurang lengkap mengikuti imunisasi dasar dari sejak umur anak kurang dari satu tahun, diwanti-wanti akan mudah terserang penyakit bahkan bisa terjadi penularan bagi anak yang sudah mengikuti imunisasi lengkap. Jadi mohon pada ibu jangan mementingkan diri kita sendiri, kita juga pikirkan untuk orang lain demi kesehatan yang baik,” ungkapnya.

Selain itu langkah-langkah program imunisasi pun sudah diterapkan di kalangan anak pelajar (SD) namun kata dr. Yuli , ada beberapa pihak sekolah menolak imunisasi bagi anak.

“Kalau di wilayah kerja di Puskesmas panyabungan Jae ini ada sebanyak 39 sekolah ditingkat dasar dan sebelum melakukan imunisasi, Puskesmas terlebih dahulu memberikan surat pemberitahuan dan sebagian sekolah ada yang menolak yang artian menunda karena alasannya belum dirapatkan kepada orang tua siswa. Setelah itu Puskesmas berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Madina kemudian untuk dilanjutkan ke Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Menurutnya, imunisasi MR sangat penting sehingga harus menjadi perhatian bagi orang tua. Imunisasi dapat memberikan kekebalan yang sangat tinggi, hingga lebih dari 90 persen.

Ia menambahkan, pentingnya kesadaran para orang tua begitu juga tokoh masyarakat untuk mendorong anak sejak berusia dini bahkan juga terhadap orang dewasa mengikuti imunisasi dasar sampai imunisasi campak agar tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Reporter : Hasmar Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi