menu Home chevron_right
Berita Madina

SPBU Natal Prioritaskan Ganti Rugi Konsumen Usai Insiden Bio Solar Bermasalah

Redaksi | 11 Maret 2026

SPBU Natal, Mandailing Natal (Madina), menghentikan operasional Bio Solar usai sejumlah kendaraan mogok. Manajemen menanggung biaya servis dan melakukan investigasi mendalam.

Natal, StartNews – Manajemen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.229.325 Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengutamakan perlindungan konsumen dengan menghentikan total penyaluran Bio Solar sejak Selasa (10/3/2026). Langkah ini diambil menyusul laporan sejumlah kendaraan yang mengalami gangguan mesin mendadak sesaat setelah melakukan pengisian bahan bakar di SPBU tersebut.

Asisten Manager SPBU Natal, Habibi, mengatakan penghentian operasional ini merupakan bentuk pencegahan agar dampak kerusakan tidak meluas ke lebih banyak pengguna kendaraan. Dia mengatakan pihaknya lebih memilih menanggung kerugian operasional daripada membiarkan masyarakat terus merasa waswas terhadap kualitas BBM yang didistribusikan.

“Langkah ini kami ambil agar tidak semakin banyak konsumen yang terdampak. Lebih baik penyaluran dihentikan sementara sampai ada kejelasan dari hasil pemeriksaan,” ujar Habibi, seperti dirilis sahatanews.com.

Hingga saat ini, penyebab pasti degradasi kualitas bahan bakar tersebut masih menjadi teka-teki dan sedang dalam proses investigasi. Habibi  mengatakan pihaknya tengah menyisir berbagai kemungkinan, mulai dari faktor alam seperti rembesan air, kelalaian manusia, hingga malfungsi teknis pada sistem perpipaan dan tangki pendam SPBU.

Dia menepis anggapan adanya unsur kesengajaan dalam insiden ini dan menekankan segala kemungkinan teknis sedang diuji bersama tim Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Sebagai wujud tanggung jawab terhadap kerugian pelanggan, pihak SPBU telah memulai proses Ganti-rugi secara menyeluruh. Berdasarkan data sementara, ada sekitar empat hingga lima kendaraan yang harus masuk bengkel untuk menjalani servis akibat kontaminasi bahan bakar tersebut.

Selain membiayai perbaikan mekanis, manajemen SPBU juga memfasilitasi pengembalian dana atau penggantian BBM bagi konsumen lain yang merasa dirugikan.

“Tangki dan nozzle sudah disegel. Kami juga tidak diperbolehkan menyentuhnya sampai ada hasil pemeriksaan. Langkah ini bagian dari komitmen pelayanan kepada konsumen dan menjaga kepercayaan masyarakat. Jangan sampai konsumen dirugikan. Kalau perusahaan rugi itu risiko, tapi pelayanan tetap harus diutamakan,” tegas Habibi.

Proses pemulihan layanan diperkirakan memakan waktu hingga seluruh sampel cairan dari tangki yang disegel selesai diuji di laboratorium resmi. Rencananya, SPBU melakukan pengurasan total pada tangki yang bermasalah dan menggantinya dengan stok baru sebelum kembali melayani masyarakat. Sementara warga di Kecamatan Natal masih menunggu kepastian hasil uji laboratorium untuk mengetahui apakah kendala tersebut murni faktor teknis atau terdapat indikasi percampuran jenis BBM lain seperti isu yang sempat beredar di masyarakat.

Reporter: Rls

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play