menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Sudah Dua Hari, Korban Hanyut di Batang Gadis Belum Ditemukan

Ade | 15 November 2018

Panyabungan, StArtNews- Bocah korban tenggelam di Sungai Batang Gadis pada selasa sore kemarin sampai hari ini belum ditemukan, kekuatan penuh Basarnas dibantu Polres Madina dan 250 masyarakat diturunkan untuk mencari korban, sampai malam tadi, tim pencari korban dibantu warga terus melakukan pencarian, namun karena kondisi sudah larut malam, pencarian dihentikan dan dilanjutkan pada hari ini.

“tadi malam pencaria juga dilakukan di sepanjang Sungai Batang Gadis, fokus pencarian dipusatkan di Desa Huta Bargot dimana banyak sisa-sisa kayu bekas banjir berada di tengah sungai, namun setelah dilakukan pencarian di lokasi yang diduga korban tersangkut disitu, ternyata tidak ada“ papar Yasir kepala BPBD Mandailing Natal.

Pagi ini pencarian korban hanyut akan kembali dilakukan papar M. Yasir, pencarian masih terfokus pada lokasi-lokasi yang banyak kayu di tengah sungai, karena kemungkinan besar kalau korban hanyut dan meninggal dunia akan tersangkut di kayu-kayu yang ada di tengah sungai.

Pagi ini dari pantauan StArtNews warga juga ikut serta membantu pencarian, dengan alat seadanya, warga memanfaatkan batang pisang sebagai alat warga menelusuri Sungai Batang Gadis.

Sementara itu, di rumah korban di Desa Aek Galoga suasana khawatir dan harap cemas masih menyelimuti keluarga, salah seorang kerabat korban pada wartawan mengaku, keluarga sudah pasrah apabila memang korban sudah meninggal dunia, namun keluarga berharap, jasad korban ditemukan. Keluarga juga berterimakasih pada masyarakat yang turun membantu pencarian korban.

Rony Risky (14th) pada selasa sore hanyut terbawa arus Sungai Batang Gadis, saat itu Rony Riski hendak mengambil bola kaki yang terlempar ke sungai, niat untuk mengambil bola kaki tersebut ternyata membawa naas bagi korba, alih-alih bola kaki yang hanyut didapt justru korban terbawa arus sungai.

Rekan korban saat itu yang melihat korban meminta tolong berupaya menolong korban dengan menjeburkan diri mereka ke sungai, namun, korban langsung menghilang ditelan derasnya arus Sungai Batang Gadis dan sampai hari ini, korban belum ditemukan.

Redaksi StArtNews  

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play