menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Sungai di 4 Desa di Kecamatan Natal Jadi Habitat Buaya

Redaksi Berita | 1 November 2019

Seekor Buaya tertangkap kamera warga saat berjalan di pinggir sungai Batang Natal di Desa Setia Karya, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal.

Natal.StArtNews– Warga Desa Setia Karya, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, resah dengan kemunculan seekor buaya muara yang kerap berjemur di pinggir sungai Batang Natal yang ada di desa itu.

“Munculnya buaya ini adalah ancaman bagi warga yang biasa menggunakan sungai Batang Natal sebagai aktivitas mandi, cuci dan kakus,” papar Muhammad Ridwan, warga setempat, pada StArtNews Jumat sore (01/11).

Muhammad Ridwan mengaku setiap hari warga melihat buaya itu berada di pinggir sungai. Akibatnya warga pun tidak berani beraktivitas di sungai lagi karena khawatir dengan keselamatannya.

BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) harap Ridwan harus ambil langkah untuk menangkap buaya muara tersebut sebelum ada korban jiwa seperti kejadian-kejadian sebelumnya di wilayah Natal.

“BKSDA lebih bertanggung jawab atas konservasi suaka marga satwa. Kita berharap mereka turun ke lokasi agar warga bisa tenang dan memanfaatkan sungai kembali,” tegas Muhammad Ridwan

Camat Natal, Riflan S.Sos, yang dikonfirmasi mengaku sudah mendengar informasi itu dari warga.

“Ada tiga desa yang mengalami hal yang sama dengan Desa Setia Karya, munculnya buaya muara juga terjadi di Desa Pardamean Baru, Desa Lancat, dan Desa Sinunukan. Hal ini sudah berlangsung setahun belakangan,” papar Camat.

Dijelaskan Camat, BKSDA sendiri mengaku bahwa sungai Batang Natal dan sungai Batang Sinunukan serta Sungai Sinunukan dan Pardamean Baru merupakan habitat Buaya Muara.

Langkah yang dilakukan kata Riflan S.Sos, sesuai arahan BKSDA akan melakukan sosialisasi pada warga yang daerahnya ada muncul buaya. Selain itu jelas Camat Natal, pihaknya juga sudah memberikan informasi pada 4 Kepala Desa setempat untuk menginformasikan pada warga agar berhati-hati saat beraktivitas di sungai dan memberikan informasi terkait status sungai yang merupakan habitat Buaya Muara.

Reporter: Saima Putra

Editor: Hanapi Lubis

 

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi Berita

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play