menu Home chevron_right
Berita Madina

Tak Ada Ambulans, Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan Puskesmas Sibanggor Jae

Redaksi | 6 Oktober 2025

PSM, StartNews – Keluarga pasien yang dalam kondisi gawat darurat mengeluhkan pelayanan Puskesmas Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak Sorik Merapi (PSM), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), karena tidak ada mobil ambulans yang standby di Puskesmas setempat.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, seorang anak dari keluarga Sapar terjatuh ke dalam selokan di Desa Saba Dolok dan mengalami luka parah di bagian dahi. Keluarga korban segera membawa anak itu ke Puskesmas Sibanggor Jae untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Namun, pihak Puskesmas Sibanggor Jae merujuk pasien ke RSUD Panyabungan, karena kondisi luka yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Yang membuat keluarga pasien kecewa, tidak ada ambulans yang disiapkan oleh pihak Puskesmas untuk membawa pasien ke RSUD Panyabungan.

Menurut keterangan keluarga, sambari menunggu ambulans datang, Puskesmas sudah tutup saat mereka masih berupaya mencari kendaraan untuk membawa korban ke RSUD Panyabungan.

“Sungguh miris, Puskesmas tidak menyediakan ambulans. Kami harus menunggu lama kedatangan ambulans sementara Puskesmas sudah tutup sebelum kami berangkat. Tidak ada seorang pun petugas yang mendampingi kami ke rumah sakit,” kata Sarman, keluarga pasien, kepada wartawan.

Dia berharap Dinas Kesehatan Madina mengevaluasi pelayanan di Puskesmas Sibanggor Jae agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Sementara Kepala Puskesmas Sibanggor Jae Miva Riani Siregar yang dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp padaMinggu (5/10/2025) mengatakan pasien tersebut sudah dilayani dengan baik.

“Pasien sudah dilayani dengan baik oleh dokter dan petugas kesehatan yang lain. Tapi, dilihat kondisi pasien tidak bisa ditangani di Puskesmas, karena sudah di luar kemampuan Puskesmas,” tulis Miva Riani.

Selain itu, dia juga mengatakan ada keterbatasan sarana dan prasarana di Puskesmas Sibanggor Jae saat ini. “Begitu juga keterbatasan sarana dan prasarana. Mohon maaf sebelum pasien dirujuk, pasien sudah diberikan pertolongan sesuai kemampuan Puskesmas,” ucapnya.

Miva juga mengatakan pihak Puskesmas tidak bisa mendamping pasien ke RSUD, karena ambulans Puskesmas tidak layak pakai untuk membawa pasien rujukan karena sudah rusak berat.

Bahkan, Miva mengatakan pada saat itu, pasien berangkat ke RSUD Panyabungan, kondisi Puskesmas masih dalam keadaan buka.

“Pasien berangkat ke RSUD Panyabungan. Puskesmas masih buka dan petugas masih ada. Kita tutup jam 13.30 hari Sabtu,” ujarnya.

Reporter: Agus Hasibuan

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play