menu Home chevron_right
Berita Madina

UKM Potret STAIN Madina dan Balai TNBG Gelar Fotografi Camp di Kawasan Konservasi

Redaksi | 23 Oktober 2025

Panyabungan, StartNews – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi Potret Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina) menjalin kerja sama dengan Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dalam pelaksanaan kegiatan Fotografi Camp yang akan digelar pada 25–26 Oktober 2025.

Kegiatan itu menjadi momentum penting bagi mahasiswa STAIN Madina untuk memadukan kreativitas fotografi dengan kepedulian terhadap kelestarian alam melalui pengalaman langsung di kawasan hutan konservasi TNBG.

Audiensi dan kesepakatan kerja sama dilakukan di Kantor Balai TNBG, Panyabungan, antara pengurus UKM Potret dan pihak TNBG. Dalam diskusi tersebut, kedua pihak sepakat kegiatan Fotografi Camp bukan hanya berorientasi pada pengambilan gambar semata, melainkan juga menjadi ajang pembelajaran lingkungan bagi para peserta.

Kegiatan utama akan diadakan pada 25 Oktober 2025 pukul 09.00–12.00 WIB di kawasan hutan TNBG, yang melibatkan 120 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa dan pecinta fotografi alam.

Kepala Balai TNBG Agusman mendukung inisiatif mahasiswa STAIN Madina.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena fotografi bisa menjadi media yang efektif untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga alam,” katanya, Kamis (23/10/2025).

Melalui lensa kamera, kata dia, para mahasiswa dapat mengabadikan keindahan dan kekayaan hayati TNBG, serta menyebarkannya kepada publik dengan pesan konservasi yang kuat. Dia juga berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang mempererat sinergi lembaga pendidikan dan instansi konservasi.

Sementara Pembina UKM Fotografi Potret STAIN Madina Ahmad Salman Farid mengatakan kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.

“Fotografi Camp bukan hanya perjalanan memotret. Ini proses memahami alam, memaknai keindahan, dan menumbuhkan empati terhadap lingkungan. Mahasiswa harus bisa menangkap esensi di balik setiap foto bahwa setiap pohon, hewan, dan aliran sungai adalah bagian dari kehidupan yang harus dijaga,” tuturnya.

Dalam hasil diskusi yang disepakati, pihak TNBG akan mendampingi para peserta selama kegiatan di kawasan hutan. Pendampingan ini mencakup kegiatan pengenalan profil kawasan TNBG, penjelasan mengenai fungsi ekologis hutan Batang Gadis, serta pemberian materi edukatif tentang flora dan fauna endemik yang hidup di wilayah tersebut.

Setelah sesi edukasi, peserta akan diajak melakukan hunting foto alam di beberapa titik konservasi yang telah ditentukan dengan tetap memperhatikan etika lingkungan dan keselamatan.

Kegiatan Fotografi Camp akan dilanjutkan pada 26 Oktober 2025 dengan berbagai sesi pelatihan teknis di lingkungan kampus STAIN Madina. Peserta akan mendapatkan pelatihan tentang komposisi visual, teknik pengambilan gambar makro dan lanskap, serta editing foto bertema alam.

Melalui pendekatan dua hari itu, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya fotografi yang bukan hanya indah secara estetika, tetapi juga sarat makna ekologis.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis UKM Potret STAIN Madina untuk terus berkembang sebagai wadah mahasiswa yang kreatif, berkarakter, dan peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan.

“Kami ingin karya mahasiswa tidak hanya berhenti di kampus, tetapi menjadi sarana komunikasi publik yang menginspirasi masyarakat agar lebih menghargai keindahan dan keseimbangan alam,” kata Ahmad Salman.

Menurut dia, fotografi adalah bahasa universal yang mampu menyentuh hati manusia tanpa banyak kata dan itu yang ingin dihadirkan melalui kegiatan ini.

Di akhir pertemuan, kepala Balai TNBG dan pengurus UKM Potret sepakat menjadikan Fotografi Camp sebagai program berkelanjutan yang dapat dikembangkan dalam bentuk pameran foto konservasi, pelatihan dokumentasi lingkungan, dan riset visual tentang biodiversitas.

Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan muncul generasi muda yang tidak hanya mahir memotret, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam dan keberlanjutan ekosistem di Mandailing Natal.

Reporter: Rls

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play